Caption; Pemkot dan RPH Surabaya mengimbau warga membeli daging sapi di Pasar Daging Arimbi dan lapak mitra resmi demi menjamin kualitas ASUH serta kepastian harga stabil.
SURABAYA, Fixsnews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengimbau masyarakat untuk lebih selektif membeli daging sapi dengan memilih Pasar Daging Arimbi atau lapak pedagang mitra resmi RPH demi menjamin kualitas Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Langkah edukasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh komoditas pangan hewani yang dikonsumsi warga Surabaya berasal dari proses pemotongan yang memenuhi standar higienitas sanitasi dan regulasi kehalalan sah.
Masyarakat diimbau mengenali keberadaan Papan Mitra RPH Surabaya yang kini terpasang di sekitar 300 lapak pedagang pasar tradisional. Lapak resmi ini tersebar di berbagai pasar utama, seperti Pasar Pucang, Pasar Genteng, Pasar Tambahrejo, Pasar Pabean, Pasar Wonokromo, hingga Pasar Balongsari.
Selain lapak mitra, sentra Pasar Daging Arimbi di kawasan Pegirian menjadi pusat grosir dan eceran terbesar yang dipasok langsung dari hasil pemotongan RPH. Kendati harga sapi hidup mengalami kenaikan, harga daging kelas satu di Pasar Daging Arimbi dipastikan tetap terkendali pada kisaran Rp135.000 per kilogram.
Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, menjelaskan bahwa pemotongan hewan di RPH menjamin setiap karkas daging telah melalui pemeriksaan kesehatan pra-dan-pasca-pemotongan (ante-mortem dan post-mortem) oleh juru sembelih halal (Juleha) serta paramedis veteriner.
“Kami berharap masyarakat memilih dan membeli daging sapi di Pasar Daging Arimbi atau di lapak-lapak yang memiliki papan Mitra RPH Surabaya. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan daging hasil pemotongan RPH yang terjamin aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Meski harga sapi hidup naik, di Pasar Daging Arimbi harga daging kelas satu terjaga di kisaran Rp135.000/kg,” ujar Fajar.
Melalui komitmen dan pengawasan rantai pasok ini, Pemkot Surabaya bersama RPH Surabaya terus memperkuat keamanan pangan demi menjaga ketenangan batin masyarakat Kota Heroik. (Naryo)


















