Caption; Diperta Probolinggo mempercepat tanam padi di Kecamatan Gading. Capaian Luas Tambah Tanam mencapai 41 hektare per 31 Agustus 2026.
PROBOLINGGO,Fixsnews.co.id– Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus mempercepat masa tanam padi untuk meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Padi yang dipusatkan di Kecamatan Gading, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju di Desa Nogosaren dan Poktan Tani Mulyo di Desa Sentul.
Gerakan tanam ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Probolinggo.
Berdasarkan pencatatan Diperta Kabupaten Probolinggo per Senin (31/8/2026), capaian LTT padi harian mencapai 41 hektare di seluruh wilayah penanaman aktif.
Dalam pelaksanaan Gertam, lokasi Desa Nogosaren yang dikelola Poktan Tani Maju mencakup 0,5 hektare. Sementara di Desa Sentul yang dikelola Poktan Tani Mulyo mencapai 0,2 hektare.
Percepatan tanam juga didukung ketersediaan benih unggul, sarana produksi (saprodi), alat dan mesin pertanian (alsintan), serta optimalisasi sistem irigasi.
Diperta juga memperkuat pengawasan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui pemantauan oleh Pengawas Benih Tanaman dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi serangan hama dan penyakit sejak dini sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
Kegiatan Gertam turut dihadiri Pj. LTT Kabupaten Probolinggo Suwarman, Kabid Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, Tim Kerja Diperta, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta unsur Babinsa TNI Koramil Gading.
Faiq El Himmah menegaskan, peningkatan luas tanam tidak hanya ditujukan untuk mengejar capaian angka LTT.
Menurutnya, penambahan luas tanam harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan tonase hasil panen setiap hektare.
“Gerakan tanam ini merupakan langkah konkret memacu Luas Tambah Tanam (LTT). Namun, kita tidak hanya mengejar penambahan luas tanam, tetapi juga bagaimana tanaman dapat menghasilkan produktivitas yang optimal melalui dukungan alsintan, sarana produksi, serta pendampingan langsung,” ujar Faiq.
Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda Diperta Kabupaten Probolinggo, Okta Purwo Ina Rany, menambahkan bahwa pengamatan tanaman secara berkala sejak fase vegetatif menjadi salah satu kunci mencegah serangan hama dan penyakit.
“Percepatan tanam membutuhkan kerja bersama. Sinergi pemerintah, kelompok tani, PPL, POPT, dan pendamping teknis sangat diperlukan agar pemantauan PHT sejak fase awal tumbuh bisa menekan potensi serangan hama dan penyakit,” jelasnya.
Melalui integrasi Gerakan Tanam Padi, Diperta Kabupaten Probolinggo terus memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras lokal sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
(Dilli)

















