Kapal SB-6 Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di IIMS 2026 Kemayoran

oleh

Caption: Kapal SB-6 karya warga binaan Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 JIEXPO Kemayoran melalui program SUKAKAPAL.

JAKARTA, Fixsnews.co.id – Sebuah speedboat berbahan fiberglass menarik perhatian di ajang Indonesia International Motor Show 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, 5–15 Februari 2026. Kapal sepanjang enam meter itu bukan produksi galangan besar, melainkan karya warga binaan Lapas Kelas I Sukamiskin.

Kapal tersebut diberi nama SB-6 (Suka Boat 6 meter). Dirancang sebagai speedboat multifungsi, kapal ini mampu mengangkut enam penumpang dengan daya angkut hampir setengah ton.

Material fiberglass dipilih karena ringan, tahan lama, dan mudah perawatan. Kapal dapat digunakan untuk rekreasi, transportasi perairan, memancing, diving, hingga kebutuhan SAR.

SB-6 merupakan hasil program pembinaan kemandirian SUKAKAPAL, dengan produk turunan SUKABOAT, yang dikembangkan di dalam bengkel kerja lapas.

Kepala Lapas Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono, menjelaskan program ini merupakan implementasi arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam aspek pembinaan produktif.

“Program ini kami wujudkan dengan membentuk SUKAKAPAL dan mengenalkannya kepada masyarakat melalui partisipasi dalam pameran nasional seperti IIMS 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, program dirancang menyesuaikan kapasitas warga binaan, termasuk mereka yang memiliki latar pendidikan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, lapas menyediakan training center pembuatan kapal yang mencakup teori dan praktik. Warga binaan juga mendapat pembekalan dari pelaku industri maritim, mulai produsen material, mesin kapal, naval architect, hingga produsen alat navigasi.

Program ini tidak berhenti pada produksi fiberglass. Ke depan, pengembangan mencakup modernisasi kapal nelayan untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan kapal cepat berbahan aluminium.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, mengapresiasi inovasi tersebut.

“Kita berada di wilayah pegunungan, tetapi mampu membuat kapal. Harapannya dapat menjadi contoh bagi lapas lain, terutama yang berada di wilayah pesisir,” katanya.

Menurutnya, keterampilan pembuatan kapal membuka peluang kerja bagi warga binaan setelah bebas, baik di sektor pariwisata, perikanan, maupun transportasi perairan.

Kehadiran SB-6 di IIMS 2026 menjadi bukti konkret pembinaan kemandirian yang dijalankan bersama Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Di tengah deru mesin kendaraan di arena pameran, kapal tersebut menghadirkan pesan berbeda: pembinaan dapat melahirkan kompetensi nyata.

Bagi warga binaan yang mengerjakannya, kapal ini bukan sekadar produk, melainkan simbol kesempatan kedua.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *