Kabupaten Tangerang, Fixsnews.co.id ,– Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) memberikan manfaat yang sangat penting bagi seluruh profesi di Indonesia tanpa terkecuali, salah satunya mereka yang berprofesi sebagai guru. Dengan memberikan akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas. Program ini memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang profesi, dapat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal, sehingga guru pun dapat lebih fokus pada tugas mendidik tanpa khawatir akan biaya pengobatan yang memberatkan. Seorang guru yang juga merasakan manfaat Program JKN adalah Muhamad Sidik (27).
“Saya telah terdaftar sebagai peserta JKN sudah sangat lama sekali, awalnya saya terdaftar sebagai segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dengan hak kelas tiga, dan setelah menikah saya telah terdaftar dengan segmen PPN PN (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) dengan hak kelas satu, yang tentunya bersama dengan istri saya. Berbagai pengalaman saya rasakan dengan bantuan Program JKN, mulai dari berobat untuk gigi saya hingga pengobatan kesembuhan mata saya. Keluarga besar pun juga turut memanfaatkan adanya Program JKN ini, yakni kakak saya ketika menjalani persalinan anaknya dan orang tua yang sempat mengalami pendarahan otak, semuanya dijamin oleh Program JKN,’’ tutur Sidik saat di wawancara (28/3/2025) lalu.
Pengalaman yang tak terlupakan juga saat Sidik mendapatkan alat bantu kesehatan yakni kaca mata. Sebelumnya dirinya tidak mengetahui bahwa Program JKN juga mendukung hingga alat bantu kesehatan untuk masyarakat. Awalnya dirinya merasakan gangguan penglihatan pada matanya, tidak dapat melihat jarak jauh serta jika melihat lampu pada malam hari, cahaya yang terlihat seakan menyebar.
Khawatir apabila kondisinya akan semakin parah, sang istri mengajak dirinya untuk dapat segera memeriksakan ke klinik terdekat dari rumah. Sidik bersyukur pada klinik tersebut bisa membantu memulihkan kondisi matanya tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.
“Dari penjelasan dokter, ternyata saya membutuhkan alat bantu kesehatan yakni kaca mata. Setelah serangkaian proses yang saya lalui, saya diarahkan untuk mendapatkan kaca mata di optik yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tentunya optik tersebut tidak jauh dari klinik dan rumah saya. Setiap jenis kaca mata disesuaikan dengan kelas rawat pada kepesertaan JKN. Dari awal pemeriksaan di klinik hingga pengambilan kaca mata, saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya sepeserpun, manfaat yang sangat terasa dari Program JKN yang terus berupaya menolong untuk seluruh kalangan masyarakat di Indonesia tanpa adanya diskriminasi,’’ jelas Sidik.
Perubahan yang sangat Sidik rasakan saat ini adalah kemudahan pelayanan yang diberikan, jika dahulu dirinya diharuskan melampirkan foto kopi berkas sebagai persyaratan administrasinya, kini dirinya hanya perlu menunjukan KIS (Kartu Indonesia Sehat) Digital melalui Aplikasi Mobile JKN.
Hal lainnya yang juga sangat membantu kemudahan pelayanan yakni fitur antrean online, menurutnya ini sangat memudahkan agar tidak banyaknya penumpukan antrean di fasilitas kesehatan, dan jika nomor yang telah diambil terlewat, maka antrean online yang telah dilakukan registrasi sebelumnya tetap dapat digunakan.
“Sebagai seorang guru, saya tentunya terus menyebarluaskan dan merekomendasikan Program JKN kepada kerabat saya, Program JKN ini sangat bermanfaat untuk seluruh kalangan. Saya berharap bahwa program ini dapat terus berkelanjutan dan semakin baik kedepannya. Tentunya sosialisasi yang dilakukan juga terus dapat berjalan hingga ke daerah terpencil agar masyarakat yang belum mengetahui dengan jelas terkait Program JKN menjadi lebih paham dan tidak ragu memanfaatkan program ini sebagai perlindungan kesehatannya,’’ tutup Sidik. (***/01)

















