Padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara Resmi Dibentuk di Ponpes Daarul Muntaha Lebak

oleh

Caption: Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara meresmikan pembentukan ranting padepokan di Ponpes Daarul Muntaha, Lebak, Banten, sebagai upaya melestarikan seni budaya pencak silat kepada para santri.

LEBAK, FIXSNEWS.CO.ID – Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara meresmikan pembentukan ranting Padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Muntaha, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat malam (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni budaya pencak silat sekaligus memperkuat pembinaan karakter santri melalui pendidikan budaya.

Pembentukan ranting padepokan ini diharapkan menjadi wadah bagi para santri untuk mempelajari seni bela diri tradisional Tjimande Tarikolot Karuhun Banten sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara.

Pengasuh Ponpes Daarul Muntaha, Didin Abdul Latif, mengatakan pembentukan padepokan menjadi langkah awal dalam menghadirkan pendidikan seni budaya di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah pada malam hari ini kami membuka silaturahmi pembentukan Padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara di pesantren. Ini menjadi awal yang sederhana namun mudah-mudahan membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi pondok pesantren,” ujarnya.

Menurut Didin, pesantren tidak hanya berperan memberikan pendidikan agama, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan serta pemahaman terhadap sejarah dan budaya bangsa.

Ia menilai pelestarian pencak silat Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara merupakan bagian dari upaya menjaga khazanah budaya Indonesia sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Didin mengungkapkan antusiasme para santri cukup tinggi mengikuti program tersebut. Menurutnya, para santri telah lama berharap adanya pembelajaran seni budaya pencak silat di lingkungan pesantren.

“Santri sangat antusias untuk belajar melestarikan seni budaya Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara. Selama ini mereka mengenal pencak silat, tetapi pembelajaran secara khusus di pesantren merupakan pengalaman baru,” katanya.

Ia berharap ke depan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong lahirnya prestasi santri melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Menurutnya, prestasi di bidang pencak silat juga dapat menjadi media dakwah sekaligus menunjukkan bahwa santri mampu berkontribusi dalam melestarikan budaya bangsa.

Sementara itu, Dewan Guru Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara, Adi Hidayat yang akrab disapa Abril, berharap seni budaya pencak silat terus berkembang di berbagai kalangan, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini Padepokan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara resmi hadir di Ponpes Daarul Muntaha. Kami berharap budaya ini terus berkembang dan dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.

Abril mengatakan masyarakat selama ini lebih mengenal Tjimande dari cerita mengenai patah tulang atau minyak urut, dibandingkan memahami nilai seni bela diri dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, pembelajaran pencak silat di pesantren diharapkan menjadi pelengkap pendidikan agama dengan membangun keseimbangan antara pembinaan akhlak, wawasan budaya, kesehatan jasmani, dan keterampilan.

Ia berharap keberadaan padepokan tersebut dapat menjadi bekal bagi para santri untuk mengenal lebih dekat budaya lokal Banten sekaligus ikut menjaga kelestarian warisan budaya Nusantara.(Nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *