Perkuat Literasi, SMAN Balung Latih Siswa Kuasai Jurnalistik Beretika

oleh

Caption: SMAN Balung Jember menggandeng GWI Kabupaten Jember menggelar Diklat Dasar Jurnalistik untuk membekali siswa dengan keterampilan menulis berita, verifikasi fakta, dan etika jurnalistik.

JEMBER, FIXSNEWS.CO.ID – SMA Negeri Balung, Kabupaten Jember, menggandeng Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Jember untuk menggelar Diklat Dasar Jurnalistik bertema “Dari Ide Jadi Berita: Menguasai Pondasi Jurnalistik yang Informatif dan Beretika”, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan jurnalistik yang mengedepankan akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMAN Balung itu diikuti puluhan anggota ekstrakurikuler jurnalistik. Narasumber yang dihadirkan adalah jurnalis dari GWI Kabupaten Jember, Sigit Priyono Azeta.

Kepala SMAN Balung, Erni Sulistiana, membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi secara akurat di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurut Erni, jurnalistik menjadi sarana efektif untuk meningkatkan budaya literasi, melatih kemampuan berpikir kritis, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang jujur, disiplin, teliti, dan berintegritas.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, serta menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Jurnalistik bukan sekadar keterampilan merangkai kata, melainkan proses membangun karakter yang jujur, teliti, disiplin, dan berintegritas,” ujarnya.

Erni menjelaskan, tema pelatihan dipilih agar siswa memahami bahwa sebuah berita yang berkualitas lahir melalui proses jurnalistik yang sistematis, mulai dari pengumpulan data, verifikasi fakta, hingga penyusunan naskah sesuai kaidah jurnalistik.

Ia menambahkan, aspek informatif dalam sebuah berita harus didukung data yang akurat dan mudah dipahami, sedangkan etika jurnalistik menjadi landasan agar informasi yang dipublikasikan tidak menimbulkan dampak negatif maupun menjadi bagian dari penyebaran hoaks.

Selain membekali siswa dengan teknik dasar penulisan berita, wawancara, dan verifikasi informasi, sekolah juga tengah mempersiapkan pembentukan tim redaksi media sekolah yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan informasi.

Untuk mendukung tujuan tersebut, SMAN Balung menggandeng GWI Kabupaten Jember sebagai mitra pelatihan.

Menurut Erni, pengalaman para jurnalis di lapangan menjadi nilai tambah karena memberikan gambaran nyata mengenai praktik kerja jurnalistik yang profesional.

“Pengalaman para jurnalis tidak hanya memperkaya wawasan siswa secara teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman langsung mengenai tantangan profesi wartawan, pentingnya etika jurnalistik, serta proses verifikasi sebelum sebuah berita dipublikasikan,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber dari GWI Kabupaten Jember, Sigit Priyono Azeta, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, nilai berita, unsur 5W+1H, teknik wawancara, penulisan berita menggunakan konsep piramida terbalik, hingga penerapan Kode Etik Jurnalistik.

Ia menekankan bahwa seorang jurnalis harus berpegang pada fakta, menjaga independensi, mengedepankan akurasi dan keberimbangan, serta membiasakan proses check and recheck sebelum informasi dipublikasikan.

“Jurnalis memikul tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, verifikasi menjadi tahapan yang tidak dapat diabaikan agar berita yang dipublikasikan benar-benar akurat dan tidak menyesatkan masyarakat,” tegas Sigit.

Selama pelatihan, peserta juga mengikuti praktik observasi lapangan dan penyusunan naskah berita. Suasana berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang aktif berdiskusi mengenai teknik peliputan dan tantangan profesi jurnalistik di era digital.

Erni menambahkan, ekstrakurikuler jurnalistik di SMAN Balung tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis, tetapi juga mengembangkan keterampilan fotografi, desain visual, riset, serta literasi digital.

Menurutnya, melalui jurnalistik siswa dibiasakan berpikir kritis, melakukan verifikasi informasi, membedakan fakta dan opini, serta memahami tanggung jawab sebelum menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Saat ini SMAN Balung telah memiliki majalah sekolah sebagai media publikasi karya siswa. Ke depan, sekolah berkomitmen memperluas pelatihan dan praktik peliputan untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik peserta didik.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang kompeten, berintegritas, menjunjung tinggi etika profesi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Erni.(Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *