Revolusi Kelola Sampah: Bupati Malang Resmikan Mini MRF Tumpang dan Canangkan Gerakan Indonesia ASRI

oleh

​Malang-Jatim | Fixsnews.co.id-Pemerintah Kabupaten Malang melakukan langkah progresif dalam menangani persoalan lingkungan. Bupati Malang, Drs. HM Sanusi, MM, meresmikan fasilitas Mini Material Recovery Facility (MRF) pada UPT Pengolahan Persampahan Tumpang sekaligus mencanangkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di TPA Paras, Kecamatan Poncokusumo, Kamis (12/3/2026) pagi.

​Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Vice President of Global Program and Circularity AEPW, Mr. Tet Toth, Pimpinan PT Milion Limbah Indonesia, Alex Chandra, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi S.Sos, serta Kapolres Malang, AKBP Mohammad Taat Resdianto.

​Dalam arahannya, Bupati Sanusi menekankan bahwa pola lama pengelolaan sampah yang hanya berfokus pada “angkut-buang” sudah tidak lagi relevan di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat.

​Visi Baru Pengelolaan Sampah Kabupaten Malang:

​Orientasi Ekonomi: Mengubah sampah menjadi material bernilai guna melalui proses pemilahan di MRF.
​Reduksi Residu: Meminimalkan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
​Target Nasional: Mendukung target pengurangan sampah nasional sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.
​“Hadirnya MRF ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sistem yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada pemulihan sumber daya. Kita harus memilah sejak dari sumbernya,” tutur Bupati Sanusi.

​Selain peresmian infrastruktur, Bupati juga mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI. Gerakan ini merupakan upaya membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga sehat dan nyaman untuk dihuni secara berkelanjutan.

​Bupati berpesan agar seluruh elemen—mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, hingga dunia pendidikan—bersinergi menyukseskan gerakan ini.

​Bupati menegaskan bahwa secanggih apa pun sarana prasarana yang dibangun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.

​“Edukasi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat adalah faktor penentu. Sarana hanya alat, tetapi perubahan perilaku adalah kunci utama mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tandas Bupati Malang.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *