Sinergi Kreatif TMMD ke-127: Ibu-Ibu PKK Wonosari Sulap Kain Mori Jadi Batik Bernilai Ekonomi

oleh

​PASURUAN-Jatim | Fixsnews.co.id-Aroma khas malam (lilin batik) yang dipanaskan memenuhi halaman Balai Desa Wonosari pada Jumat (27/2/2026). Di bawah tenda kamuflase, puluhan ibu-ibu PKK tampak khusyuk menggoreskan canting di atas kain mori putih.

​Pemandangan ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-127 Kodim 0819/Pasuruan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Batik bagi warga setempat.

​Pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada kaum perempuan di Desa Wonosari agar memiliki daya saing ekonomi. Para peserta mendapatkan materi komprehensif yang meliputi:

​Pengenalan Motif: Mempelajari desain batik khas daerah maupun motif umum yang memiliki nilai jual.
​Teknik Mencanting: Melatih kesabaran dan ketelitian dalam menuangkan lilin panas di atas pola kain.
​Proses Pewarnaan: Teknik mencampur dan mengunci warna agar kain batik tampil menarik dan tidak mudah luntur.
​“Dulu cuma lihat batik di pasar, sekarang bisa bikin sendiri. Kalau sudah mahir, bisa jualan atau ikut pameran desa. Ini peluang bagus buat ibu-ibu rumah tangga,” ungkap Ibu Yanti, salah satu peserta dengan wajah sumringah.

​Program TMMD ke-127 menekankan bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari infrastruktur yang kokoh, tetapi juga dari pemberdayaan sumber daya manusianya.

​Pemberdayaan Perempuan: Mendorong ibu rumah tangga untuk lebih produktif tanpa harus meninggalkan tanggung jawab di rumah.
​Potensi Usaha Rumahan: Keterampilan ini diharapkan menjadi cikal bakal UMKM baru di Desa Wonosari yang dapat mendukung perekonomian keluarga secara berkelanjutan.
​Sinergi TNI-Warga: Kehadiran personel Satgas yang mendampingi instruktur menciptakan suasana belajar yang akrab dan penuh semangat gotong royong.
​Pemerintah Desa Wonosari bersama Satgas TMMD berharap batik hasil karya warga ini nantinya bisa menjadi ikon desa. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, hasil produksi mereka diharapkan mampu menembus pasar lokal maupun pameran-pameran tingkat kabupaten di masa depan.

​Melalui bimtek ini, TMMD ke-127 membuktikan dedikasinya dalam membangun desa secara utuh: memperkuat infrastrukturnya dan menyejahterakan masyarakatnya.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *