SPSI Kabupaten Probolinggo Resmikan Kantor Baru di Gedung Islamic Center

oleh

​PROBOLINGGO-Jatim | Fixsnews.co.id-Babak baru bagi dunia ketenagakerjaan di Kabupaten Probolinggo resmi dimulai. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Probolinggo meresmikan kantor barunya yang berlokasi di Gedung Islamic Center Lantai 2, Kota Kraksaan, Rabu (1/4/2026).

​Acara peresmian yang dibalut dengan tasyakuran dan halal bihalal ini menjadi simbol penguatan hubungan tripartit antara pemerintah daerah, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha.

​Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, Saniwar, yang diserahkan kepada perwakilan SPSI, APINDO, dan pihak perusahaan. Momentum ini dihadiri oleh jajaran strategis, termasuk:

​Pemerintah: Disnaker, BPPKAD, dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Probolinggo.
​Pengusaha: APINDO Kabupaten Probolinggo.
​Perusahaan Besar: Perwakilan dari PT Sasa Inti, PT HM Sampoerna, hingga PT POMI.
​Kehadiran kantor baru ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar bangunan fisik, melainkan pusat koordinasi untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif.

​Dukungan Pemerintah: Kepala Disnaker Saniwar menyampaikan apresiasi kepada Bupati Probolinggo yang telah memfasilitasi gedung kantor tersebut. Ia berharap fasilitas ini mampu memacu semangat dan produktivitas para pekerja.
​Optimisme Pengusaha: Ketua APINDO Kabupaten Probolinggo, Rochman Hidayat, berharap gedung ini menjadi sarana komunikasi yang efektif guna memperkuat hubungan industrial yang berkelanjutan.
​“Mudah-mudahan ke depan kolaborasi dan sinergitas antara serikat pekerja dan perusahaan dapat terus meningkat dan semakin baik,” ujar Saniwar.

Dengan adanya kantor yang representatif, KSPSI diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan pekerja, yang pada gilirannya akan mendorong kemajuan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Probolinggo. Sinergi yang solid antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas ekonomi daerah di tahun 2026 ini.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *