Tekan Angka Kecelakaan, Polres Jember Edukasi Warga soal Jalur Rawan di Bangsalsari dan Gunung Gumitir

oleh

Caption: Polres Jember gelar Safari Kamseltibcar Lantas selama Ramadhan. Jalur Bangsalsari dan Gunung Gumitir masuk kategori blackspot rawan kecelakaan.

JEMBER,Fixsnews.co.id– Polres Jember Polda Jatim menggencarkan Safari Kamseltibcar Lantas selama bulan Ramadhan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Jalur Bangsalsari dan Gunung Gumitir masuk kategori blackspot dan menjadi perhatian utama.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Polantas Menyapa oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jember bersama Polsek Bangsalsari, PT Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.

Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, menegaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

“Dalam kegiatan Polantas Menyapa melalui Safari Kamseltibcar Lantas ini kami menekankan pentingnya kesadaran tertib berlalu lintas sebagai kunci utama menekan angka kecelakaan,” ujar AKP Bagas, Jumat (27/2/26).

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas kerap diawali pelanggaran oleh pengendara di jalan.

Ia mengungkapkan, di wilayah hukum Polres Jember Polda Jawa Timur terdapat sejumlah jalur rawan kecelakaan, terutama di jalur poros utama.

Sepanjang jalan utama Jember–Lumajang, khususnya wilayah Kecamatan Bangsalsari, saat ini masuk kategori blackspot dan menempati peringkat pertama angka kecelakaan di Kabupaten Jember.

“Data tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada,” tegasnya.

Selain itu, jalur utama Jember–Banyuwangi di wilayah Kecamatan Sempolan, tepatnya kawasan Gunung Gumitir, juga tergolong rawan kecelakaan.

Satlantas Polres Jember akan memberikan atensi khusus terhadap jalur-jalur tersebut, terutama menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran.

Melalui program ini, Satlantas Polres Jember juga memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan,” pungkasnya.

(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *