Vicky Shu Menangis Saat Belajar Al-Qur’an Isyarat, Soroti Perjuangan Santri Disabilitas

oleh

Caption:Momen haru Vicky Shu belajar Al-Fatihah dengan bahasa isyarat bersama santri tunarungu di Pamulang. Aksi ini dorong kepedulian terhadap akses Al-Qur’an bagi disabilitas.

TANGERANG SELATAN, Fixsnews.co.id— Momen haru terjadi saat Vicky Shu belajar Surat Al-Fatihah menggunakan bahasa isyarat bersama santri tunarungu di Masjid Villa Inti Persada, Pamulang, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi sorotan karena menggambarkan perjuangan penyandang disabilitas dalam mempelajari Al-Qur’an.

Air mata Vicky tak terbendung saat mencoba merangkai gerakan isyarat ayat demi ayat. Ia mengaku baru menyadari betapa tidak mudahnya belajar Al-Qur’an tanpa kemampuan mendengar.

“Jujur, aku malu. Kita yang diberi kemudahan kadang lalai, sementara mereka justru berjuang lebih keras,” ujarnya dengan suara bergetar.

Santri yang ditemui merupakan binaan Laznas PPPA Daarul Qur’an dalam program pembibitan penghafal Al-Qur’an untuk penyandang disabilitas.

Di tengah keterbatasan, para santri tetap menunjukkan prestasi. Beberapa di antaranya berhasil meraih juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kategori disabilitas tingkat kota.

Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an, Zainal Umuri, menyebut program ini hadir karena masih minimnya akses belajar Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas.

Ia menjelaskan, jutaan penyandang disabilitas di Indonesia masih membutuhkan dukungan, mulai dari mushaf isyarat, Al-Qur’an braille, hingga tenaga pengajar khusus.

Dalam sesi pembelajaran, Vicky mengikuti setiap gerakan isyarat dengan serius. Ia beberapa kali melakukan kesalahan, namun tetap berusaha hingga akhirnya memahami dasar-dasar pembacaan.

“Belajar Al-Qur’an bagi mereka bukan hanya soal hafalan, tapi juga perjuangan fisik dan ekspresi,” katanya.

Pengalaman tersebut mendorong Vicky untuk mendukung kampanye penyediaan fasilitas belajar Al-Qur’an bagi disabilitas, termasuk guru ngaji isyarat dan program beasiswa.

Melalui kolaborasi ini, masyarakat diajak berpartisipasi dalam gerakan sosial untuk memperluas akses pendidikan Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *