Warga Binaan Rutan Kraksaan Dapat Akses Pendidikan Kesetaraan Paket A hingga C

oleh

Caption; SKB Kraksaan bersama Disdikbud Probolinggo membuka pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Kraksaan.

PROBOLINGGO,Fixsnews.co.id— Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo membuka akses pendidikan kesetaraan bagi warga binaan di Rutan Kelas IIB Kraksaan, Rabu (26/8/2026).

Program tersebut mencakup pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Melalui program ini, warga binaan tetap memperoleh akses pembelajaran selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Proses belajar mengajar berlangsung secara tertib dan kondusif di area Rutan Kelas IIB Kraksaan. Para peserta mengikuti pembelajaran dengan pendampingan langsung dari tenaga pendidik atau tutor SKB Kraksaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan keterbatasan kebebasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena seseorang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui SKB Kraksaan ini, warga binaan dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan sesuai jenjang pendidikannya sebagai bekal penting saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Galih.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Kemampuan yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala SKB Kraksaan Djoko Sukamto mengatakan program pendidikan kesetaraan tersebut merupakan wujud pemenuhan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Pendidikan itu hak semua orang, termasuk warga binaan. Kami mendorong peserta untuk mengikuti pembelajaran secara serius agar dapat membuka peluang masa depan yang lebih baik,” tegas Djoko.

Program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan proses pendidikan selama menjalani masa pembinaan.

(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *