Caption: Harga emas dunia turun ke $3.970 per ons akibat penguatan dolar AS dan sikap hawkish The Fed. Analis Dupoin memprediksi tren bearish masih kuat dengan potensi pelemahan hingga $3.818 per ons.
Jakarta,Fixsnews.co.id- Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (4/11), tertekan oleh penguatan dolar AS dan sikap hawkish pejabat Federal Reserve (The Fed). Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar $3.970 per ons, melemah hampir 1% dari sesi sebelumnya setelah sempat menyentuh level terendah intraday di $3.928.
Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, tekanan jual masih mendominasi pergerakan emas, dengan potensi koreksi lanjutan menuju level support di $3.818 per ons.
“Dari sisi teknikal, tekanan bearish masih cukup kuat. Jika momentum ini berlanjut, XAU/USD berpotensi turun hingga ke level $3.818. Namun jika support bertahan, peluang rebound ada di kisaran $3.971,” jelas Andy dalam keterangan pers yang diterima Fixsnews.co.id.
Dolar AS dan The Fed Tekan Harga Emas
Andy menjelaskan bahwa pelemahan harga emas dipicu oleh perubahan sentimen terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Nada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS mendorong investor beralih ke aset berdenominasi dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
“Selama The Fed belum menunjukkan sinyal dovish secara konsisten, tekanan terhadap harga emas kemungkinan masih akan berlanjut,” ujarnya.
Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Gubernur Lisa Cook dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee, memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa inflasi AS masih tinggi dan langkah pemangkasan suku bunga harus dilakukan dengan hati-hati.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Desember kini turun menjadi sekitar 70% dari sebelumnya 94%, memperkuat dolar AS dan menekan emas.
Meski tren jangka pendek menunjukkan tekanan bearish, beberapa analis global menilai koreksi ini bersifat sementara. Laporan UBS menyebut harga emas masih berpotensi naik ke $4.200 per ons, bahkan mencapai $4.700, jika ketegangan geopolitik meningkat atau pasar kembali bergejolak.
“Secara fundamental, permintaan emas jangka panjang tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun untuk jangka pendek, investor perlu berhati-hati terhadap volatilitas tinggi,” tambah Andy.
Dengan dominasi tren teknikal yang masih menurun dan kebijakan moneter AS yang belum melunak, harga emas hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang $3.818 – $3.971 per ons.
Pelaku pasar disarankan mencermati rilis data ekonomi AS dan pernyataan tambahan pejabat The Fed untuk memastikan arah pergerakan selanjutnya.(Ben)


















