Jember-Jatim | Fixsnews.co.id-Debur ombak Pantai Selatan kembali menelan korban. Seorang pemancing dilaporkan hilang setelah terseret gelombang besar di kawasan Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Selasa malam (28/04/2026).
Korban diketahui bernama Moh. Ali Makrus (33), warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Ia memancing bersama dua kakaknya, Rokim dan Rukin, di area Bukit Suroyo.
Kejadian ini sekitar pukul 20.00 WIB, tanpa banyak tanda, saat ombak besar datang menghantam tebing tempat mereka berdiri. Dalam hitungan detik, tubuh korban tersapu, terjatuh, lalu hilang ditelan gelapnya laut selatan.
Kedua kakaknya hanya bisa menyaksikan dengan cemas, tak mampu berbuat banyak di tengah ganasnya ombak dan curamnya tebing.
“Saya tidak sempat menyelamatkan adik saya. Ombaknya besar tiba tiba datang dan saya sempat takut karena posisi di atas tebing tinggi,” ungkap Rokim dengan suara bergetar.
Dari kejadian ini tak berselang lama, Satuan Polairud Polres Jember bersama Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan pencarian. Namun, ganasnya ombak dan cuaca yang berubah ubah menjadi tantangan berat di lapangan.
KBO Polairud Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto, menyampaikan bahwa hingga hari pertama pencarian, korban masih belum ditemukan.
“Pencarian masih terus kami lakukan. Namun kondisi gelombang cukup tinggi, sekitar 2,2 meter, dan cuaca berubah-ubah,” jelasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya pesisir selatan Jawa yang dikenal memiliki karakter ombak tinggi dan sulit diprediksi.
Memang dalam sekejap, laut yang tampak tenang dapat berubah menjadi ancaman'”imbuhnya.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, pemancing, dan wisatawan, untuk lebih waspada saat beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kami minta masyarakat tetap berhati hati. Cuaca tidak menentu dan ombak masih tinggi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Moh. Ali Makrus masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi kejadian dan memperluas area pencarian di sepanjang garis Pantai Payangan hingga Watu Ulo, dengan harapan korban segera ditemukan.(Sofyan)


















