Caption: BRI Finance memperkuat fundamental bisnis melalui efisiensi pendanaan, pengelolaan risiko, dan digitalisasi di tengah suku bunga tinggi. Hingga Mei 2026, perusahaan mencatat pertumbuhan pembiayaan 59,32 persen secara tahunan.
JAKARTA, Fixsnews.co.id – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pendanaan yang lebih efisien, ekspansi pembiayaan yang selektif, serta pengelolaan risiko yang konsisten di tengah kondisi suku bunga yang masih berada pada level tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan profitabilitas di tengah meningkatnya biaya pendanaan (cost of fund) yang dihadapi industri pembiayaan.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan kebijakan suku bunga menjadi salah satu faktor eksternal yang terus dipantau karena berpengaruh terhadap struktur biaya perusahaan pembiayaan.
“Di tengah kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi, fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan profitabilitas. Kami terus mengoptimalkan pengelolaan biaya dana, meningkatkan efisiensi operasional, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan sehingga kinerja perusahaan tetap terjaga,” ujar Dhani dalam keterangan resminya, Minggu (29/6/2026).
Menurutnya, kenaikan biaya pendanaan dapat memberikan tekanan terhadap margin pembiayaan apabila tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.
Karena itu, BRI Finance secara berkala mengevaluasi strategi penetapan harga (pricing) dengan mempertimbangkan kondisi pasar, tingkat persaingan, serta kemampuan finansial nasabah agar tetap kompetitif sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Di sisi pendanaan, perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber dana melalui optimalisasi pinjaman perbankan, penerbitan obligasi, serta memperkuat sinergi dengan BRI melalui skema joint financing.
Strategi tersebut menjadi bagian dari pengelolaan liabilitas untuk menjaga stabilitas biaya dana sekaligus memperkuat struktur pendanaan perusahaan.
Selain itu, BRI Finance juga memperkuat proses underwriting dan manajemen risiko guna menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) tetap terkendali.
Perseroan juga mengoptimalkan digitalisasi proses bisnis agar operasional semakin efisien serta mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan andal bagi nasabah.
Upaya tersebut tercermin dari kinerja perusahaan. Hingga Mei 2026, BRI Finance membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 59,32 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Capaian tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk terus memperluas pembiayaan secara berkualitas di tengah tantangan industri pembiayaan nasional.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus didukung oleh kualitas portofolio yang sehat dan struktur pendanaan yang kuat. Dengan dukungan ekosistem BRI Group serta disiplin dalam pengelolaan risiko, BRI Finance optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memberikan solusi pembiayaan yang kompetitif bagi masyarakat,” tutup Dhani.(Ben)


















