Caption;PT Sibara Bestari Indonesia membagikan panduan teknis pemilihan media filter air guna mencegah lonjakan biaya operasional dan pemeliharaan pada sistem pengolahan air.
JAKARTA, Fixsnews.co.id – PT Sibara Bestari Indonesia mengimbau para pelaku usaha dan pengelola fasilitas komersial maupun industri untuk lebih cermat dalam menentukan media filter air. Pemilihan media yang tidak tepat dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional serta pemeliharaan sistem dalam jangka panjang.
Banyak pengelola sistem pengolahan air masih memilih media filtrasi hanya berdasarkan harga, kebiasaan penggunaan, atau sekadar ukuran tabung filter (vessel). Padahal, setiap sumber air memiliki karakteristik berbeda dan setiap media memiliki fungsi teknis yang spesifik.
Ketidaksesuaian antara kondisi air, jenis media, dan desain sistem dapat menyebabkan proses filtrasi bekerja tidak optimal. Dampaknya berujung pada tingginya frekuensi penggantian media, pemborosan air untuk backwash, hingga potensi gangguan pada proses produksi.
Tim Teknis PT Sibara Bestari Indonesia, Agus Ruswandi, menyampaikan bahwa pemilihan media seharusnya didasarkan pada analisis karakteristik air baku dan target pengolahan yang ingin dicapai.
“Media filter tidak seharusnya dipilih hanya karena material tersebut banyak digunakan pada sistem lain. Kondisi air dan target pengolahannya perlu diketahui terlebih dahulu agar media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Agus Ruswandi dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Senada dengan hal itu, Tim Marketing PT Sibara Bestari Indonesia, Zaini, menegaskan bahwa media filtrasi seperti pasir silika, karbon aktif, zeolit, dan pasir aktif tidak dapat disamakan atau saling menggantikan begitu saja.
“Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua media filter dapat saling menggantikan. Padahal, masing-masing material mempunyai karakteristik dan fungsi yang berbeda,” jelas Zaini.
Dari sisi efisiensi, Direktur Marketing PT Sibara Bestari Indonesia, Isnu Firmansyah, mengingatkan agar perhitungan biaya tidak hanya berfokus pada harga beli material media.
“Ketika menghitung efisiensi, sebaiknya jangan hanya membandingkan harga media. Biaya operasional dan kebutuhan pemeliharaan juga perlu diperhatikan karena keduanya dapat memengaruhi total biaya dalam jangka panjang,” kata Isnu.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sibara Bestari Indonesia, Mufid Dahlan, menambahkan bahwa keputusan pemilihan maupun penggantian media filter harus dilihat sebagai bagian dari kesatuan sistem pengolahan air.
“Pemilihan media perlu dilihat sebagai bagian dari sistem pengolahan air. Kondisi air, target kualitas, desain filter, flow rate dan pola operasional perlu dipertimbangkan secara bersama-sama,” tandas Mufid.
Guna membantu pelaku industri dan bisnis komersial, PT Sibara Bestari Indonesia turut menyediakan layanan konsultasi teknis pemilihan media filtrasi yang mencakup analisis parameter air, ukuran mesh size, hingga perhitungan kebutuhan sistem.(red)


















