Caption:Warga RT 02/RW 10 Sudimara Jaya, Kota Tangerang, menggelar tasyakuran HUT ke-81 RI dengan pesan menjaga kekompakan dan melibatkan generasi muda.
TANGERANG, Fixsnews.co.id— Warga RT 02/RW 10, Kelurahan Sudimara Jaya, Kota Tangerang, menggelar tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Sektor XV, Minggu (16/8/2026) malam. Potongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan warga dan mendorong keterlibatan generasi muda.
Warga berkumpul bukan hanya untuk merayakan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, tetapi juga untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni tahunan.
Dari Jalan Sektor XV, pesan kemerdekaan itu terasa sederhana: merdeka bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang memastikan kebersamaan tetap tumbuh untuk masa depan.
Ketua RW 10, Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., mengajak warga menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk bersyukur sekaligus merefleksikan kontribusi masing-masing bagi lingkungan dan bangsa.
Menurut Suripto, generasi saat ini dapat menikmati kemerdekaan berkat perjuangan panjang para pendahulu yang mengorbankan tenaga, harta, air mata, darah, bahkan nyawa.
Karena itu, ia mengajak warga tidak berhenti pada perayaan, tetapi mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata di lingkungan tempat tinggal.
“Kalau para pendahulu kita berjuang dengan mengorbankan harta, air mata, darah, bahkan nyawa demi kemerdekaan, pertanyaannya sekarang adalah apa yang sudah kita berikan kepada Republik ini?” ujar Suripto.
Ia menilai kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari lingkungan paling dekat. Menjadi warga yang tertib, menaati aturan lingkungan, menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, serta menciptakan suasana aman dan kondusif merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif,” katanya.

Ketua RT 002/010, Dr. Rahmat Iqbal, S.Pd., M.Pd., menilai kegiatan tasyakuran menjadi salah satu cara sederhana untuk mempererat hubungan antar warga.
Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat, terutama anak muda, yang ikut mempersiapkan kegiatan peringatan kemerdekaan.
Menurut Iqbal, keterlibatan generasi muda penting karena lingkungan masyarakat membutuhkan regenerasi. Anak-anak dan remaja perlu diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sosial agar terbiasa bekerja sama dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Mereka yang nantinya akan melanjutkan kepengurusan dan kegiatan kita semua,” ujar Iqbal.
Ia juga mengajak para orang tua mendorong anak-anak dan remaja agar tidak hanya beraktivitas di dunia digital, tetapi juga berinteraksi dan mengambil peran dalam kegiatan di lingkungan.
Menurutnya, kegiatan kemasyarakatan dapat menjadi ruang pembelajaran informal bagi generasi muda. Mereka dapat belajar mengenai tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Demi eratnya rasa kekeluargaan, mari selalu kita jaga kekompakan di antara kita,” katanya.
Iqbal menilai keterlibatan generasi muda juga penting untuk memastikan keberlanjutan kegiatan dan kepengurusan lingkungan.
Ia mengingatkan para orang tua agar senantiasa mendorong anak-anak, pemuda, dan remaja untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.
“Jika mereka hanya sibuk dengan gadget, hal tersebut tentu bisa merusak masa depan mereka,” ujarnya.
Iqbal juga mengapresiasi antusiasme warga mengikuti rangkaian kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Saya bangga dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh warga karena hal itu menunjukkan wujud persatuan dan guyub rukun di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Iqbal, malam tasyakuran juga menjadi momentum untuk mensyukuri kemerdekaan yang telah diperoleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengajak masyarakat bersama-sama menghadirkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kekompakan dalam mengisi kemerdekaan.

Warga Semarakkan Kemerdekaan Lewat Perlombaan
Semangat kebersamaan warga juga terlihat dari rangkaian perlombaan yang digelar RW 10.
Karena tahun ini tidak memiliki lapangan futsal dan badminton, warga beradaptasi dengan mengadakan perlombaan tenis meja, catur, serta sepeda hias.
RT 02/RW 10 berhasil meraih juara dalam perlombaan tenis meja dan catur. Penghargaan tersebut dijadwalkan diserahkan saat upacara bendera di halaman Masjid Jami Darussa’adah, Senin (17/8/2026) pagi.
Bagi warga, kemenangan tersebut bukan semata-mata tentang membawa pulang piala. Perlombaan menjadi ruang untuk bertemu, berinteraksi, berkompetisi secara sehat, sekaligus belajar menerima kemenangan dan kekalahan.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dijadwalkan mencapai puncaknya melalui upacara bendera yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di halaman Masjid Jami Darussa’adah.
Di tempat yang sama, tokoh masyarakat RT 02/RW 10 Kelurahan Sudimara Jaya, Suradi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tasyakuran.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat, terlebih dalam pelaksanaannya melibatkan anak muda.
“Terima kasih buat ketua RT dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan positif. Perjalanan yang dilakukan oleh pejuang kemerdekaan tidak mudah, harus dilakukan dengan penuh pengorbanan. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita menghargai para pejuang dan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Suradi.(Ben)

















