Pemkot Pasuruan Revitalisasi Kawasan PKL Sultan Agung Jadi Pusat Kuliner Halal dan Ramah Disabilitas

oleh

Caption; Pemkot Pasuruan mematangkan revitalisasi kawasan PKL Sultan Agung menjadi Sentra Kuliner Halal Inklusif ramah disabilitas untuk mendorong pedagang lokal naik kelas.


Kota PASURUAN, Fixsnews.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan terus mematangkan rencana penataan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sultan Agung menjadi Sentra Kuliner Halal Inklusif. Proyek revitalisasi skala besar ini dipastikan memasuki tahap eksekusi fisik pada tahun anggaran mendatang guna mendorong ekonomi kerakyatan dan membuat pedagang lokal naik kelas.

Langkah penataan kawasan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi). Ia meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak cepat dan terintegrasi dalam menciptakan pusat ekonomi yang ramah disabilitas, higienis, serta bersertifikat halal.

Kepala Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menjelaskan bahwa fokus tahun ini berada pada pematangan perencanaan dan penyiapan skema pendukung sebelum konstruksi fisik dimulai.

“Pemenuhan fasilitas dan sarana pendukung ini dilakukan tahun depan dengan melibatkan OPD terkait. Kami ingin PKL di Kota Pasuruan bisa naik kelas. Kehadiran fasilitas ramah disabilitas dan jaminan produk melalui sertifikasi halal diyakini mampu mendongkrak kenyamanan konsumen serta menarik lebih banyak pengunjung,” kata Kokoh Arie Hidayat.

Penataan kawasan Sultan Agung mencakup revitalisasi total trotoar yang dilengkapi u-ditch, ubin pengarah (guiding block), serta aksesibilitas bagi penyandang tuna netra dan tuna daksa. Selain itu, jaminan mutu produk kuliner diperkuat lewat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan fasilitasi sertifikasi halal bagi seluruh PKL.

Sektor kebersihan lingkungan juga menjadi prioritas melalui penyediaan sarana tempat sampah terpilah dan penataan sistem pembuangan limbah kuliner. Pengerjaan proyek ini membagi peran lintas OPD, melibatkan Dinas PUPR untuk pembangunan fisik, Disperindag untuk pembinaan dan sertifikasi, serta DLHKP untuk pengelolaan sampah dan pertamanan.

Dengan jaminan kehalalan, standar kebersihan teruji, serta kenyamanan fasilitas inklusif, kawasan Sultan Agung diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner unggulan baru di Kota Pasuruan yang menciptakan dampak ekonomi berganda bagi para pedagang.(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *