Atasi Sakit Leher Belakang, Jamu Zuo Hao Shi Padukan Akar Peoni dan Rempah Nusantara

oleh

Caption; Jamu kapsul Zuo Hao Shi memadukan akar peoni dan rempah Nusantara untuk membantu meredakan sakit leher belakang, pegal linu, serta nyeri sendi secara aman dan tersertifikasi BPOM.

JAKARTA, Fixsnews.co.id— Keluhan leher terasa berat, kaku saat menoleh, serta bahu menegang kerap menjadi rutinitas harian bagi para pekerja kantoran akibat posisi kerja di depan layar komputer dalam jangka waktu lama. Merespons siklus keluhan tersebut, produk jamu kapsul Zuo Hao Shi hadir menawarkan solusi alami dengan memadukan bahan utama akar peoni serta empat rempah pilihan khas Nusantara untuk meredakan pegal linu dan nyeri sendi.

Zuo Hao Shi merupakan jamu kapsul produksi lokal yang telah mengantongi izin edar resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi TR 233073191 serta tersertifikasi halal. Keunikan produk ini terletak pada racikan bahan bakunya yang memadukan tradisi pengobatan Tiongkok melalui akar peoni (Paeonia lactiflora) dengan empat rempah penghangat Nusantara, yakni rimpang jahe, daun serai wangi, kulit batang kayu manis, dan bunga cengkih.

Tim Zuo Hao Shi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa keterbukaan informasi komposisi dan legalitas menjadi prioritas utama bagi konsumen.

“Kami tidak meminta pembeli percaya begitu saja. Nomor izin edar, komposisi, sampai bagian tanaman yang dipakai, semuanya kami tulis apa adanya supaya bisa diperiksa sendiri dalam tiga menit. Jamu ini membantu meredakan pegal linu dan nyeri sendi,” ujar perwakilan tim Zuo Hao Shi.

Dalam pengobatan tradisional, akar peoni telah lama digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk keluhan otot yang menegang serta kekakuan. Senyawa aktif utamanya, paeoniflorin, kerap menjadi subjek penelitian modern terkait potensi efek antispasmodik dan analgesiknya. Kendati demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa klaim manfaat jamu ini tetap terbatas pada membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian sesuai izin edar BPOM, dengan hasil yang bervariasi pada setiap individu.

Selain mengonsumsi jamu sebagai pendamping, perusahaan juga mengingatkan pentingnya memperbaiki kebiasaan kerja sehari-hari, seperti mengatur posisi layar sejajar mata dan mengambil jeda berdiri setiap 30 hingga 45 menit. Produk ini dikemas dalam botol berisi 30 kapsul berukuran 500 mg dan disarankan diminum sesudah makan sesuai aturan pakai pada kemasan. Konsumen juga diimbau untuk memperhatikan kontraindikasi, di antaranya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, anak-anak, penderita gangguan hati atau ginjal, serta individu yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan terkait.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *