Caption; Memperingati Hari Osteoporosis Sedunia 2026, Siloam Hospitals TB Simatupang ingatkan pentingnya deteksi dini osteoporosis serta penanganan patah tulang panggul pada lansia.
JAKARTA, Fixsnews.co.id— Memperingati momentum Hari Osteoporosis Sedunia yang jatuh setiap 20 Oktober, Siloam Hospitals TB Simatupang mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman osteoporosis yang kerap berkembang tanpa gejala (silent disease). Kondisi penurunan kepadatan tulang ini rentan memicu patah tulang, khususnya pada area panggul yang berisiko tinggi menurunkan kemandirian hingga meningkatkan angka kematian pada lansia.
Berdasarkan data global, diperkirakan lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis, di mana sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun mengalami fraktur fragilitas. Di Indonesia sendiri, angka kejadian osteoporosis diproyeksikan melonjak hingga 135% pada tahun 2050 seiring bertambahnya populasi lanjut usia.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Panggul dan Lutut Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Wijaya Johanes Chendra, Sp.OT., Subsp. PL(K) MMRS, AIFO-K, FICS, menjelaskan bahwa patah tulang akibat osteoporosis paling sering menyerang tiga lokasi utama, yakni panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.
“Sebagai silent disease, osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan patah tulang dengan dampak serius. Penanganannya bergantung pada lokasi dan kondisi patah tulang. Untuk patah tulang panggul umumnya memerlukan operasi untuk memperbaiki atau mengganti bagian tulang yang patah, dan tindakan dianjurkan dilakukan sedini mungkin setelah kondisi pasien dinilai sudah memungkinkan,” ujar dr. Wijaya pada Jumat (16/10/2026).
Sementara itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Bernadette Laura, Sp.KO, menekankan bahwa pencegahan dan pengelolaan osteoporosis juga wajib didukung oleh aktivitas fisik yang aman dan terstruktur guna merangsang pembentukan tulang sekaligus menjaga keseimbangan tubuh untuk mencegah risiko jatuh.
“Aktivitas fisik yang memberikan beban pada tulang dapat merangsang proses pembentukan dan pembaruan tulang, sehingga membantu menjaga kekuatan dan kepadatan tulang. Olahraga juga membantu memperkuat otot, menjaga keseimbangan tubuh, dan mengurangi risiko jatuh yang dapat menyebabkan patah tulang,” kata dr. Bernadette.
Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menambahkan bahwa pihaknya siap mendampingi pasien melalui pendekatan multidisiplin yang didukung oleh 11 dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, fasilitas diagnostik canggih seperti CT Scan 512 Slices dan MRI 3 Tesla, serta layanan darurat 24 jam.
“Tema Hari Osteoporosis Sedunia 2026 adalah ‘Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life’, mengingatkan kita bahwa kesehatan tulang perlu dijaga sepanjang hidup. Kolaborasi keahlian dokter dan fasilitas penunjang ini penting agar setiap pasien dapat menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat sesuai kondisi medisnya,” pungkas Mada Shinta Dewi.(Ben)


















