Audiensi di DPRD Jatim, Mahasiswa Unmer Malang Diajak Kawal Kebijakan Lewat Kajian Akademik

oleh

Caption: Anggota DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mengajak mahasiswa Unmer Malang berkontribusi dalam penyusunan policy brief berbasis data untuk mendukung fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di Jawa Timur.

SURABAYA, Fixsnews.co.id – DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong peningkatan partisipasi publik berbasis akademik dari kalangan mahasiswa dalam mengawal kebijakan daerah. Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, mengajak mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Malang menjadi pemasok solusi melalui penyusunan policy brief berbasis data dan kajian ilmiah.

Ajakan tersebut disampaikan saat Puguh menerima kunjungan audiensi dan studi parlemen mahasiswa Unmer Malang di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya.

Dalam dialog interaktif itu, mahasiswa didorong untuk meningkatkan peran dari sekadar gerakan moral menjadi gerakan akademik yang konstruktif melalui rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Puguh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim menegaskan bahwa lembaga legislatif membutuhkan masukan dari kalangan akademisi untuk memperkuat kualitas kebijakan publik.

Menurutnya, kontribusi mahasiswa dapat mendukung tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Pada fungsi legislasi, mahasiswa dapat memberikan masukan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) agar lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada fungsi penganggaran, mahasiswa dapat menghadirkan perspektif kritis berbasis data lapangan sehingga alokasi APBD Jawa Timur lebih tepat sasaran.

Sementara pada fungsi pengawasan, kajian akademik dapat membantu mengawal pelaksanaan program pembangunan agar berjalan transparan dan akuntabel.

Secara khusus, legislator dari daerah pemilihan Malang Raya itu mendorong mahasiswa untuk membedah berbagai persoalan lokal yang berkembang di daerahnya.

Beberapa isu yang dinilai penting antara lain tata kelola sampah, kemacetan lalu lintas, transportasi publik, hingga pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.

Mahasiswa diharapkan mampu menyusun policy brief, rekomendasi kebijakan, maupun kajian ilmiah yang dapat disampaikan kepada DPRD sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan lintas komisi.

Selain membahas peran akademik mahasiswa, dialog tersebut juga menyoroti perkembangan media sosial sebagai instrumen pengawasan publik yang semakin efektif terhadap kinerja pejabat pemerintah.

“Semangat critical thinking harus terus dijaga dan dirawat oleh mahasiswa. Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton di tengah dinamisnya persoalan daerah, melainkan harus mampu menjadi pemasok solusi,” kata Puguh.

Ia menilai kehadiran media sosial membuat kinerja pejabat publik semakin transparan dan mudah diawasi masyarakat.

Melalui kunjungan studi parlemen tersebut, DPRD Jatim berharap hubungan antara kampus dan parlemen semakin erat sehingga gagasan akademik mahasiswa dapat diformulasikan menjadi rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pembangunan Jawa Timur.(Naryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *