Banjir Pasuruan Bawa Sampah Kasur hingga Kayu, Jalur Pantura Lumpuh

oleh

Caption:Banjir Pasuruan diperparah tumpukan sampah kasur hingga kayu yang menyumbat jembatan. Jalur Pantura lumpuh dan arus lalu lintas dialihkan via JLS.

PASURUAN,Fixsnews.co.id —
Banjir kiriman yang melanda Kota dan Kabupaten Pasuruan kini memunculkan ancaman serius baru. Tumpukan sampah masif, mulai dari kasur, batang kayu, ranting, hingga plastik, menyumbat aliran sungai dan menekan struktur jembatan, Rabu (21/1/2026) malam.

Kondisi tersebut memperparah luapan air dan memaksa pengalihan arus lalu lintas Jalur Pantura, jalur nasional penghubung Pasuruan–Probolinggo.

Sungai Petung dan Rejoso Jadi Jalur Sampah

Dua sungai besar, Sungai Petung dan Sungai Rejoso, menjadi jalur utama kiriman sampah dari wilayah hulu.

Lokasi terdampak terparah meliputi Desa Sekarputih, Kabupaten Pasuruan
Tepatnya di Jembatan Dusun Terewung, tumpukan sampah berupa batang kayu besar, ranting, plastik, hingga kasur rumah tangga menyumbat aliran air. Tekanan air menyebabkan luapan ke permukiman warga.

Jembatan Buk Wedi, Kota Pasuruan
Berada di Jalur Pantura, Kelurahan Blandongan. Sampah yang tersangkut memicu air meluap hingga ke badan jalan.

Banjir luapan yang terjadi sejak Selasa malam (20/1/2026) berdampak langsung pada akses transportasi utama Jawa Timur.

Kondisi jalan: Hingga Rabu dini hari pukul 03.00 WIB, genangan air masih menutup ruas jalan dengan ketinggian signifikan.

Pengalihan arus: Kendaraan dari arah Pasuruan–Probolinggo dan sebaliknya dialihkan penuh melalui Jalur Lingkar Selatan (JLS).

Petugas BPBD bersama tim SDAD–PUPR Kota Pasuruan mengerahkan armada berat untuk mengangkat kayu dan sampah plastik di bawah jembatan. Langkah ini dilakukan guna mengurangi tekanan air dan mencegah kerusakan struktur.

Petugas di lapangan mengidentifikasi dua ancaman serius:

Kerusakan infrastruktur: Beban sampah dan dorongan air berpotensi merusak bahkan merobohkan jembatan.

Luapan susulan: Selama sampah belum dibersihkan total, banjir berpotensi terus terjadi meski hujan lokal telah reda.

Masyarakat dan pengguna jalan diminta tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta menghindari area terdampak. Debit sungai masih fluktuatif dan dapat meningkat jika terjadi hujan susulan di wilayah pegunungan.
(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *