Caption; Di usia Perumda Tirta Benteng ke-31, warga Ciledug mengeluhkan belum adanya jaringan air bersih perpipaan dan mendesak Pemkot Tangerang segera merealisasikan pelayanan.
TANGERANG, FIXSNEWS.CO.ID — Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, masyarakat di Kecamatan Ciledug mengeluhkan belum tersedianya jaringan pipa air bersih dan mendesak Pemerintah Kota Tangerang segera memprioritaskan perluasan layanan di wilayah mereka.
Hingga saat ini, sebagian besar warga Ciledug masih bergantung pada air tanah mandiri yang kualitasnya kerap menurun, terutama saat musim kemarau.
Roni, seorang warga Ciledug, mengungkapkan bahwa kondisi air tanah di pemukimannya sering berwarna kuning dan bercampur lumpur. Hal ini memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan untuk memperdalam sumur bor demi mendapatkan air layak pakai.
“Masalahnya, jaringan airnya belum masuk ke wilayah kami. Jadi kami harus bagaimana? Kami juga ingin merasakan kemerdekaan dalam mendapatkan air bersih karena air tanah kebanyakan berwarna kuning banyak lumpur, apalagi di musim kemarau ini air mulai kecil,” kata Roni.
Roni berharap Wali Kota Tangerang menaruh perhatian serius agar perluasan jaringan PDAM tidak hanya berfokus pada area yang sudah terlayani, tetapi juga menjangkau kawasan yang belum tersentuh.
Desakan serupa disuarakan oleh Ketua RT setempat, Dr. Rahmat Iqbal, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa usulan penyediaan air bersih telah berulang kali disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum membuahkan hasil nyata.
“Apalagi sudah pernah dilakukan pendataan bagi warga untuk layanan air bersih di wilayah kami. Kami kira pada saat itu akan segera terealisasi layanan air bersih, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada,” terang Rahmat.
Rahmat menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan hak dasar warga yang wajib dipenuhi secara adil tanpa diskriminasi wilayah. Ia pun meminta pihak Pemkot dan BUMD terkait turun tangan mengatasi persoalan ini.
“Kami meminta Pak Wali Kota dan pihak terkait memperhatikan Ciledug dan membantu agar jaringan air bersih segera masuk,” ujar Rahmat.
Dari sudut pandang akademisi, tokoh masyarakat Kecamatan Ciledug, Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., menuturkan bahwa penyediaan air perpipaan amat vital guna mencegah penurunan muka air tanah akibat penyedotan berlebih.
“Kehadiran layanan perpipaan bukan hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan air masyarakat hari ini, tetapi juga merupakan investasi ekologis dan sosial untuk masa depan Kota Tangerang,” tutur Suripto.
Ia juga mengimbau Pemkot Tangerang dan Perumda Tirta Benteng mempublikasikan rencana induk (roadmap) perluasan jaringan secara transparan.
“Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga ketika masyarakat dapat hidup sehat, memperoleh pelayanan dasar secara adil, dan memiliki akses terhadap sumber daya yang menopang kehidupan. Ciledug harus merdeka dari krisis air,” tambah Suripto.
Hingga berita ini ditayangkan, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Dodi, beserta jajarannya belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait konfirmasi yang diajukan redaksi Fixsnews.co.id. (Red)


















