Dana Revitalisasi SDN Wonorejo 01 Rp864 Juta, Transparansi RAB dan Spesifikasi Dipertanyakan

oleh

Caption;Revitalisasi SDN Wonorejo 01 Jember senilai Rp864 juta disorot. Kepala sekolah mengirim sebagian denah, tetapi rincian volume dan spesifikasi belum dijelaskan.

JEMBER, Fixsnews.co.id – Program revitalisasi UPTD Satuan Pendidikan SDN Wonorejo 01, Kabupaten Jember, dengan anggaran Rp864.065.904 kembali menjadi sorotan. Hingga kini, rincian volume pekerjaan, luas bangunan, spesifikasi material, serta alokasi anggaran untuk masing-masing item belum sepenuhnya diketahui publik.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (26/8/2026), Kepala SDN Wonorejo 01, Siti Fatimah, menyebut pekerjaan revitalisasi meliputi satu ruang UKS, dua ruang kelas, satu laboratorium komputer, serta tiga ruang di lantai atas.

Saat itu, Siti Fatimah didampingi Babinsa setempat yang disebut sebagai wakil P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan).

Namun ketika ditanya mengenai volume masing-masing pekerjaan, Siti Fatimah tidak memberikan penjelasan.

“Maaf, itu tidak bisa kami sampaikan,” ujarnya.

SDN Wonorejo 01 Dapat Revitalisasi Rp864 Juta, Rincian Volume dan Spesifikasi Belum Dijelaskan.

Belakangan, pada 29 Agustus 2026, melalui pesan WhatsApp, pihak kepala sekolah, Siti Fathima, mengirimkan sebagian denah bertajuk “Menu Revitalisasi SDN Wonorejo 01”.

Dalam denah tersebut tercantum sembilan objek pekerjaan.

Yakni Ruang Kelas IB, Ruang Kelas IA, Laboratorium Komputer, UKS, Kantor (atap saja), Ruang Kepala Sekolah (atap saja), serta Ruang Kelas VB, VIA, dan VIB.

Namun, denah tersebut belum memuat rincian volume pekerjaan, luas bangunan yang direvitalisasi, spesifikasi material, maupun nilai anggaran untuk masing-masing item pekerjaan.

Dengan demikian, dokumen yang diterima tersebut belum memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai pembagian anggaran Rp864.065.904 berdasarkan setiap pekerjaan.

Kondisi tersebut membuat rincian pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah belum sepenuhnya terbuka, khususnya mengenai luas, volume, dan spesifikasi setiap item pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lingkungan sekolah, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Nilai bantuan tercantum sebesar Rp864.065.904 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, mulai 2 Agustus hingga 31 Desember 2026.

Penerima bantuan tercantum UPTD Satuan Pendidikan SDN Wonorejo 01, sedangkan pelaksana kegiatan tertulis P2SP.

Warga Soroti Transparansi

Warga sekitar berinisial HM menilai pemasangan papan informasi patut diapresiasi karena memberikan akses awal kepada masyarakat untuk mengetahui adanya anggaran negara yang dikucurkan untuk revitalisasi sekolah.

Namun menurut HM, papan informasi justru menjadi awal bagi pengawasan publik.

“Kalau yang ditampilkan baru nominal Rp864 juta dan waktu pelaksanaan, masyarakat tentu masih belum bisa mengetahui dana sebesar itu digunakan untuk pekerjaan apa saja, berapa volumenya, dan material seperti apa yang digunakan,” ujar HM.

HM mengatakan, dengan nilai anggaran lebih dari Rp864 juta, publik berkepentingan mengetahui rincian pekerjaan berdasarkan dokumen perencanaan.

Di antaranya Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, spesifikasi teknis, jenis dan kualitas material, serta tahapan pelaksanaan kegiatan.

Menurut HM, informasi tersebut diperlukan sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap penggunaan uang negara.

“Yang perlu diawasi bukan hanya ada atau tidaknya pekerjaan. Tetapi apakah pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan RAB, volume, spesifikasi teknis, kualitas material dan anggaran yang telah ditetapkan,” terangnya.

Pengawasan publik menjadi penting karena perbedaan antara dokumen perencanaan dan realisasi di lapangan tidak selalu dapat diketahui hanya melalui papan informasi.

Masyarakat dapat melihat kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, baik dari sisi volume, mutu pekerjaan, spesifikasi material, progres pelaksanaan maupun penggunaan anggaran.

Apabila kemudian ditemukan dugaan ketidaksesuaian, masyarakat dapat meminta penjelasan kepada pihak yang bertanggung jawab maupun instansi terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, rincian penggunaan anggaran, volume masing-masing pekerjaan, dan spesifikasi material yang digunakan belum diketahui secara rinci oleh publik.(Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *