Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu, Bukan Sekadar Harga

oleh

Caption; Developer mulai mempertimbangkan efisiensi, ketahanan, maintenance, dan performa sistem pintu selain harga awal dalam proyek konstruksi.

JAKARTA,Fixsnews.co.id– Harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan developer dalam memilih komponen bangunan. Efisiensi, ketahanan, kebutuhan perawatan, biaya penggantian, hingga performa selama masa penggunaan mulai menjadi faktor yang ikut diperhitungkan, termasuk dalam pemilihan sistem pintu.

Perubahan cara melihat biaya tersebut membuat keputusan terhadap komponen bangunan tidak cukup hanya berdasarkan harga pembelian awal.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Indeks Kemahalan Konstruksi 2025 menghitung biaya konstruksi berdasarkan sejumlah komponen, termasuk harga material, sewa alat berat, dan upah jasa konstruksi.

Artinya, biaya konstruksi terbentuk dari berbagai komponen dan tidak hanya berasal dari harga pembelian material atau produk.

Pendekatan untuk melihat biaya secara lebih menyeluruh juga semakin mendapat perhatian di industri konstruksi.

Studi yang dipublikasikan Discover Applied Sciences pada Januari 2026, setelah meninjau 51 studi kasus, menemukan peningkatan penggunaan Life Cycle Costing (LCC) untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi berbagai strategi dalam sektor konstruksi bangunan.

Meski demikian, penerapan LCC masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Dalam konteks tersebut, sistem pintu menjadi salah satu komponen bangunan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan fungsi bangunan, bukan semata-mata harga produk.

Sistem pintu digunakan secara berulang dengan tingkat intensitas yang berbeda sesuai fungsi ruang.

Karena itu, aspek durability, maintenance, keamanan, dan kebutuhan penggantian dapat memengaruhi nilai yang diberikan sebuah sistem selama bangunan beroperasi.

Harga Perlu Dilihat Bersama Performa
COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM), Bernardus Rizky, mengatakan harga tetap menjadi faktor penting bagi developer.

Namun, menurutnya, harga perlu dilihat bersama kebutuhan dan performa sistem dalam jangka panjang.

“Developer tentu tetap memperhatikan harga. Tetapi harga seharusnya dilihat bersama dengan kebutuhan dan performa sistem. Kalau sebuah produk memiliki harga awal yang lebih rendah tetapi membutuhkan maintenance atau penggantian lebih sering, maka biaya dan value-nya perlu dihitung secara lebih menyeluruh,” ujar Bernardus.

Menurut Bernardus, pendekatan tersebut menjadi penting ketika sistem pintu telah dipertimbangkan sejak tahap perencanaan proyek.

Jenis bangunan, frekuensi penggunaan, kebutuhan keamanan, kondisi lingkungan, serta pola operasional perlu menjadi bagian dari spesifikasi.

Dengan demikian, sistem pintu yang dipilih dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

“Yang kami lihat, pembahasan mengenai sistem pintu seharusnya tidak berhenti pada produk mana yang paling murah. Pertanyaannya adalah sistem mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan dan mampu memberikan performa yang dibutuhkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pergeseran perspektif tersebut menempatkan sistem pintu sebagai salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam proses perencanaan bangunan.

Harga tetap memiliki relevansi dalam pengambilan keputusan. Namun, harga menjadi salah satu bagian dari pertimbangan yang lebih luas, termasuk efisiensi, ketahanan, maintenance, keamanan, dan performa bangunan.

Bagi developer dan tim proyek, pendekatan tersebut dapat membantu memastikan keputusan spesifikasi tidak hanya menjawab kebutuhan saat proses konstruksi.

Pertimbangan juga diarahkan pada bagaimana komponen tersebut dapat bekerja dan memberikan performa sesuai kebutuhan selama bangunan digunakan.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *