PTPN I Teguhkan Komitmen Perkuat Kedaulatan Negara Lewat Swasembada Pangan

oleh

Caption; PTPN I meneguhkan komitmen mendukung swasembada pangan melalui modernisasi perkebunan, hilirisasi, inovasi, dan kemitraan dengan petani.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– PTPN I (Persero) meneguhkan komitmennya mendukung kedaulatan negara melalui penguatan sektor perkebunan dan swasembada pangan nasional.

Sebagai anak usaha PTPN III (Persero), PTPN I dinilai memiliki posisi strategis karena bergerak di industri agro, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta memiliki wilayah operasional yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Kehadiran perusahaan di berbagai wilayah juga dinilai dapat mendorong pemerataan pembangunan sekaligus membuka akses di daerah yang sebelumnya relatif terisolasi.

Selain itu, penerapan budidaya agronomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern menempatkan PTPN I sebagai salah satu bagian dari pengembangan kapasitas usaha dan transfer pengetahuan kepada masyarakat.

Posisi strategis tersebut mengemuka dalam forum dialog yang digelar bersamaan dengan syukuran, doa bersama swasembada pangan Indonesia, dan peluncuran buku karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Buku tersebut berjudul “Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara”.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam forum itu, Abdul Rivai Ras membedah isi buku sekaligus menjelaskan hubungan antara peran PTPN I dan ketahanan negara.

Menurutnya, PTPN I memiliki aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, serta wilayah operasional yang luas. Kondisi tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan doa bersama dan peluncuran buku berlangsung dalam suasana khidmat, patriotis, dan religius.

Selain diskusi, acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif.

PTPN I Dukung Asta Cita dan Swasembada Pangan
Abdul Rivai Ras mengatakan visi PTPN I memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kemandirian bangsa.

“Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, pembangunan pangan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara,” kata Rivai mengutip pernyataan Presiden.

Dalam paparannya, Abdul Rivai Ras juga menyampaikan sejumlah data terkait produksi pangan nasional.

Berdasarkan data pemerintah yang dikutipnya, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton.

Dengan capaian tersebut, Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025. Cadangan beras pemerintah juga disebut berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Indonesia juga disebut berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni:Beras, Jagung pakan, Gula konsumsi,Cabai besar, Cabai rawit, Bawang merah, Daging ayam ras, dan Telur ayam ras.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat.

PTPN I Dorong Modernisasi Perkebunan
Abdul Rivai Ras menilai keberhasilan swasembada pangan harus menjadi titik awal untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis melalui penyediaan komoditas utama, penguatan industri hilir, serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Di balik setiap capaian produksi terdapat kerja keras jutaan petani, pekebun, peneliti, pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Abdul Rivai Ras.

Ia menegaskan PTPN I akan terus memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta membangun kemitraan dengan petani.

Langkah tersebut diarahkan agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar.

Menurut Abdul Rivai Ras, perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional.

“Pangan hari ini adalah isu strategis bangsa. Ketika pasokan pangan terjaga, masyarakat terlindungi, perekonomian lebih stabil, dan daya tahan negara semakin kuat,” katanya.

Karena itu, transformasi PTPN I tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Perusahaan juga menargetkan kontribusi terhadap agenda pemerintah melalui dukungan terhadap swasembada pangan, penguatan industri gula nasional, pengembangan komoditas perkebunan unggulan, serta ketahanan energi melalui hilirisasi berbasis bioenergi.

PTPN I Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Abdul Rivai Ras mengatakan keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi sejumlah program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan sehingga penguatan sektor pangan dari hulu hingga hilir dinilai penting.

Sebagai perusahaan yang mengelola berbagai komoditas strategis nasional, PTPN I akan memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, dan hilirisasi.

Pengembangan perkebunan modern, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat akan menjadi bagian dari fokus perusahaan.

Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan hanya soal memenuhi target produksi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.

Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, perusahaan berharap dapat memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *