Great Eastern Life Indonesia Ajak Perempuan Lebih Peduli Deteksi Dini dan Perlindungan Kanker

oleh

Caption:Great Eastern Life Indonesia bersama Indonesia Women Fest 2026 mengedukasi perempuan tentang deteksi dini kanker, perlindungan finansial, dan pemberdayaan perempuan. Literasi keuangan peserta meningkat 63,12 persen.

Tangerang, Fixsnews.co.id-Great Eastern Life Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Women Fest 2026 menggelar edukasi kesehatan dan perlindungan finansial bagi perempuan di VIVERE & IDEMU SOUTH78, Gading Serpong, Sabtu 9 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk “Great Everyday Together: Perempuan Hebat, Terlindungi dan Berdaya” itu mengajak perempuan lebih sadar pentingnya deteksi dini kanker, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan perlindungan finansial sejak dini.

Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, mulai dari menjaga kesehatan keluarga hingga mengambil keputusan finansial. Namun di tengah peran tersebut, risiko kesehatan seperti kanker juga menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2025, kanker payudara menjadi kanker dengan insiden tertinggi pada perempuan Indonesia. Sementara kanker serviks menempati posisi kedua sebagai kanker pembunuh perempuan setelah kanker payudara.

Selain itu, data GLOBOCAN 2022 juga menyebut kanker ovarium sebagai kanker ketiga paling umum pada perempuan di Indonesia.

Momentum kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan World Ovarian Cancer Day 2026 pada 8 Mei dengan tema #NoWomanLeftBehind.

Dalam sesi edukasi kesehatan, Dokter Spesialis Bedah Onkologi Rumah Sakit Brawijaya TMII, dr. Zulfadly, Sp.B Onk., menegaskan pentingnya deteksi dini kanker pada perempuan.

“Kanker payudara termasuk salah satu risiko kanker yang paling tinggi pada perempuan. Setelah itu ada kanker serviks dan kanker ovarium yang juga perlu menjadi perhatian,” ujar dr. Zulfadly.

Ia mengajak perempuan rutin melakukan SADARI atau Periksa Payudara Sendiri setiap bulan, terutama pada hari ke-7 hingga hari ke-10 setelah menstruasi.

Jika ditemukan benjolan atau rasa tidak nyaman pada area payudara, perempuan disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.

Selain edukasi medis, acara ini juga menghadirkan Intan Nurachmi, anggota Pink Squad sekaligus penyintas kanker payudara dari Lovepink.

Intan membagikan pengalamannya saat pertama kali didiagnosis kanker payudara dan menghadapi tantangan emosional maupun finansial selama proses pengobatan.

“Saya menangis melihat rincian biaya pengobatan di rumah sakit. Saat itu saya berpikir kanker itu sama dengan mati,” tutur Intan.

Menurutnya, dukungan keluarga, komunitas, dan kesiapan finansial menjadi faktor penting dalam proses pemulihan pasien kanker.

Sebagai bagian dari solusi perlindungan, Great Eastern Life Indonesia memperkenalkan produk GREAT Cancer Protection yang memberikan perlindungan risiko kanker dengan Uang Pertanggungan mulai Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Produk tersebut dapat diakses secara digital melalui platform resmi GoGREAT dengan proses pengajuan tanpa pemeriksaan medis dan cukup menjawab satu pertanyaan kesehatan.

Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Great Referral Program yang memberikan kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan tambahan melalui pembagian link referral produk perlindungan asuransi.

Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie, mengatakan perempuan perlu memiliki kesiapan kesehatan dan perlindungan finansial untuk menghadapi risiko yang tidak terduga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak perempuan Indonesia untuk semakin sadar terhadap pentingnya deteksi dini, sekaligus lebih siap secara finansial dalam menghadapi berbagai tahapan kehidupan,” ujar Roy.

Great Eastern Life Indonesia juga mencatat peningkatan literasi keuangan peserta sebesar 63,12 persen berdasarkan hasil pre-test dan post-test selama kegiatan berlangsung.

Di akhir acara, Great Eastern Life Indonesia bersama Lovepink memberikan pemeriksaan USG payudara gratis kepada 15 peserta terpilih sebagai bagian dari gerakan 10.000 USG payudara gratis.

Program tersebut sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025–2034 yang mendorong peningkatan deteksi dini dan akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *