Riset Tantri Ungkap 83 Persen Bisnis Kuliner Bertahan di Tahun Pertama, Ini 5 Faktor Penentunya

oleh

Caption:Riset Tantri mengungkap 70–83 persen bisnis F&B mampu bertahan di tahun pertama. Tantangan terbesar justru muncul pada tahun ketiga hingga kelima akibat lemahnya cashflow dan sistem operasional.

JAKARTA,Fixsnews.co.id– Tim Riset Tantri mengungkap sebagian besar bisnis kuliner atau F&B ternyata mampu bertahan pada tahun pertama operasional. Berdasarkan hasil cross-analysis sejumlah penelitian internasional, tingkat survival bisnis cafe dan restoran mencapai 70–83 persen pada tahun pertama.

Namun, tantangan terbesar justru muncul pada tahun ketiga hingga kelima akibat lemahnya sistem operasional dan pengelolaan cashflow bisnis.

Riset ini disusun berdasarkan data dari UC Berkeley, OECD, U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), hingga Cornell Hospitality Research yang meneliti operasional, cashflow, dan customer experience bisnis restoran.

Dalam riset tersebut, Tim Riset Tantri menggunakan metode “Weighted Operational Survival Analysis” untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi ketahanan bisnis cafe dan restoran dalam jangka panjang.

Hasilnya, terdapat lima faktor utama yang paling berpengaruh terhadap survival rate bisnis F&B.

1. Financial dan Cashflow Control

Faktor pertama dengan kontribusi terbesar mencapai 30 persen adalah pengendalian finansial dan cashflow.

Banyak bisnis F&B terlihat ramai pengunjung, namun sebenarnya memiliki margin keuntungan yang tipis akibat kenaikan food cost, biaya operasional, dan labor cost yang tidak dikontrol dengan baik.

Dalam banyak kasus, pemilik usaha baru menyadari masalah ketika cashflow mulai terganggu, pembayaran vendor terlambat, hingga profit tidak sebanding dengan omzet.

Karena itu, bisnis perlu melakukan monitoring food cost, laporan cashflow realtime, kontrol margin per menu, serta pengawasan biaya operasional harian.

2. Operational Systems dan SOP

Faktor kedua dengan kontribusi 25 persen adalah lemahnya sistem operasional dan SOP.

Banyak bisnis cafe dan restoran masih terlalu bergantung pada owner atau staf tertentu. Saat volume order meningkat, operasional mulai tidak konsisten.

Masalah yang sering muncul antara lain antrean panjang, kesalahan input pesanan, stok tidak terkontrol, hingga kualitas pelayanan menurun.

Solusi yang disarankan yakni membangun SOP operasional, workflow kerja, inventory system, serta reporting system yang terstandarisasi.

3. Customer Experience Consistency

Faktor ketiga dengan kontribusi 20 persen adalah konsistensi pengalaman pelanggan.

Menurut riset tersebut, banyak bisnis terlalu fokus mencari pelanggan baru namun kurang menjaga kualitas layanan pelanggan lama.

Akibatnya, rasa makanan berubah-ubah, pelayanan tidak stabil, waiting time terlalu lama, hingga pengalaman pelanggan berbeda di setiap kunjungan.

Padahal pelanggan loyal dinilai menjadi faktor penting keberlanjutan bisnis restoran.

Pemilik usaha disarankan menjaga konsistensi rasa, kecepatan pelayanan, customer flow, dan quality control operasional.

Fokus membantu fondasi yang kuat akan lebih membantu bisnis cafe dan resto tidak hanya bertahan namun berkembang dalam jangka panjang.

Tidak hanya melalui riset di dunia F&B, Tantri.id telah membantu 2000+ cafe dan restoran Sejak 2023 agar lebih efisien & rapi dengan QR Menu ordering yang terhubung ke POS & Sistem Dapur mengurangi salah orderan dan efisiensi waktu.

Integrasi Inventory mampu menjaga foodcost lebih terkontrol, hingga kelola cabang memastikan perfoma dan SOP terjaga.

160+ fitur digital lainya membuat bisnis kuliner tidak ketinggalan trend sehingga 5 malasah survival rate yang sudah dibahas mampu teratasi dalam 1 aplikasi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *