Atasi Kendala Penjualan Daring, Expert Beberkan Kiat Strategis Pelaku UMKM Tembus Pasar Global

oleh

Caption: Pendiri Digifolium Weliyan Tanoyo dan E-Commerce Coach Rika Yeo membeberkan kiat optimasi penjualan daring dan rumus live streaming bagi pelaku UMKM dalam UUI 2026.

JAKARTA, Fixsnews.co.id — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diajak untuk mengoptimalkan penjualan secara daring guna mendongkrak omzet dalam ajang Digitalization Bootcamp bagian dari Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026 yang diselenggarakan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Founder Digifolium, Weliyan Tanoyo, mengungkapkan bahwa terdapat dua kendala utama yang kerap dialami pengusaha UMKM dalam memaksimalkan pemasaran digital, yaitu ketidakbiasaan menggunakan fitur di marketplace serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Jadi sebenarnya bukan gaptek (gagap teknologi), hanya belum terbiasa. Yang berikutnya banyak UMKM masih single fighter, sehingga kemampuannya terbatas. Pelatihan dan materi yang bagus tidak segera dikerjakan sehingga lupa,” ujar Weliyan di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Untuk mengatasi hal tersebut, Weliyan menyarankan pengusaha UMKM mengelola waktu secara konsisten serta bijak menyiasati lesunya penjualan dengan menawarkan produk alternatif yang relevan.

“Jika produk andalan sedang sepi, pengusaha UMKM dapat mencoba produk lain yang masih terkait untuk mempertahankan kinerja penjualan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Womanpreneur & E-Commerce Coach Rika Yeo membagikan teknik memanfaatkan fitur live streaming untuk mendorong penjualan produk UMKM. Ia menegaskan kunci keberhasilan live streaming terletak pada interaksi aktif dengan penonton.

“Rumusnya sederhana, cukup ingat SKSD Aja. SKSD Aja itu singkatan dari Sapa atau menyapa penonton. Berikutnya Kenalan, Spill problem konsumen, lalu Diskon. Jangan lupa untuk selalu selipkan Ajakan untuk membeli,” kata Rika.

Rika menambahkan, calon pembeli akan lebih tertarik apabila pelaku UMKM mampu menunjukkan bukti dan memberikan solusi atas permasalahan konsumen selama sesi live streaming.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan 230 pelaku UMKM, yang terdiri dari 180 UMKM binaan SETC dan 50 pengusaha UMKM anggota Jakpreneur, sebagai wujud komitmen pemberdayaan ekonomi di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”.(ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *