Kolaborasi UNUSA dan Pramuka, Tanamkan Semangat Ketahanan Pangan Generasi Muda

oleh

JEMBER, Fixsnews.co.id- Nuansa hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan seminar dan silaturahmi yang berlangsung di Padepokan HM. Arum Sabil, yang di Dusun Sidomulyo, Tanggul Kulon Kecamatan tanggul Kabupaten Jember, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kolaborasi antara masyarakat dan dunia pendidikan, dengan hadirnya rombongan dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dalam program pengabdian kepada masyarakat melalui gerakan ketahanan pangan yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan penyerahan bibit kelapa pandan wangi dan pisang Mas Kirana sebanyak 1.965 pohon kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka se-Jawa Timur.

Jumlah bibit tersebut memiliki makna khusus, menyesuaikan tahun kelahiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk doa dan penghormatan di momen ulang tahunnya.

“Semoga di hari ulang tahun Ibu Khofifah selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah untuk masyarakat Jawa Timur,” ucap HM. Arum Sabil.

Acara yang diikuti sekitar 350 anggota Pramuka itu tidak hanya menjadi seremoni pembagian bibit semata, melainkan juga menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan.

Pisang Mas Kirana yang dibagikan dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Melalui kegiatan tersebut, Pramuka diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan, namun juga mampu menjadi pelopor ketahanan pangan dan penggerak ekonomi produktif di lingkungan masing-masing.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak terkait bersama UNUSA sebagai bentuk penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengabdian masyarakat.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Mohammad Nuh yang juga merupakan anggota Dewan Pengarah Dewan Pendidikan Tinggi periode 2025–2029 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Yarsis sekaligus tokoh pendidikan nasional tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor pertanian dalam menciptakan ketahanan bangsa di masa depan. Ia juga dikenal sebagai akademisi dan tokoh pendidikan Indonesia yang pernah menjabat Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Turut hadir pula Budi Santoro, Hafid Algristian, serta Tri Yogi Yuwono yang aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dan pengembangan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa Pramuka dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kesamaan visi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada generasi muda.

Keduanya berperan penting dalam membentuk karakter generasi yang cinta tanah air, disiplin, toleran, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Padepokan HM. Arum Sabil Farm sendiri selama ini dikenal sebagai ruang silaturahmi dan pusat pertemuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan pendidikan, pertanian, hingga tokoh sosial dan budaya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan tokoh pendidikan mampu melahirkan gerakan nyata demi mewujudkan kesejahteraan, kemandirian pangan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan di Kabupaten Jember maupun Jawa Timur.(Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *