Caption: Kemnaker memperkuat akses kerja penyandang disabilitas melalui pelatihan kompetensi, pemberdayaan tenaga kerja, dan kerja sama dengan dunia usaha.
KENDARI, Fixsnews.co.id– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui peningkatan kompetensi, program pelatihan, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.
Upaya itu ditegaskan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat mengunjungi Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menaker meninjau pelaksanaan program pemberdayaan tenaga kerja di BPKK Kendari, termasuk pelatihan bagi penyandang disabilitas yang dipersiapkan memasuki dunia kerja.
Saat ini, sebanyak 40 penyandang disabilitas mengikuti proses pengenalan dan pelatihan sebelum ditempatkan pada sektor industri ringan.
Menurut Yassierli, penguatan kompetensi menjadi faktor penting agar penyandang disabilitas memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.
“Isu paling penting yang sedang diperjuangkan saat ini adalah pelatihan dan pembekalan terkait penyandang disabilitas agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Yassierli.
Untuk memperluas peluang penempatan kerja, BPKK Kendari juga akan menggelar kegiatan strategis di Makassar yang mempertemukan sekitar 50 perusahaan yang memiliki komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.
Menaker menyebut BPKK Kendari memiliki peran strategis karena wilayah kerjanya mencakup area yang luas.
Menurutnya, balai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas kesempatan kerja masyarakat.
“Balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga motor penggerak kolaborasi untuk masyarakat di wilayah kerjanya melalui berbagai tugas dan fungsi yang maksimal,” katanya.
Menaker juga meminta seluruh balai di lingkungan Kemnaker, baik Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) maupun BPKK, agar semakin aktif menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program tersebut terutama diarahkan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam mendapatkan akses dan peluang di dunia kerja.
“Kami terus mendorong balai-balai, baik BPVP maupun BPKK di seluruh Indonesia agar lebih proaktif dalam memberikan kontribusi nyata, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam dunia kerja,” tutupnya.(red)


















