Masuk Zona Merah 12 Potensi Bencana, 33 Desa di Kabupaten Pasuruan Kini Resmi Sandang Status Destana

oleh

​

PASURUAN-Jatim | Fixsnews.co.id-Langkah mitigasi bencana berbasis penguatan berbasis komunitas di Kabupaten Pasuruan terus dikebut. Sebanyak 33 desa di wilayah kaki dan lereng gunung ini kini telah resmi ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) guna meminimalkan risiko kedaruratan di tingkat tapak.

​Dua wilayah teranyar yang resmi menyusul adalah Desa Ngadirejo (Kecamatan Tutur) dan Desa Gerbo (Kecamatan Purwodadi).

​Status Destana ini dikukuhkan langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, dalam agenda Pembinaan Desa/Kelurahan Tanggap Bencana yang dipusatkan di Pendopo Desa Gerbo, Kamis (4/6/2026).

​Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa perluasan status Destana ini bukan sekadar pemenuhan indikator administratif, melainkan instrumen vital untuk mentransfer kapasitas kedaruratan langsung kepada masyarakat setempat.

​”Target utama kami ada dua. Pertama, agar warga mengenali secara detail potensi ancaman bencana di lingkungan mereka. Kedua, seluruh instrumen warga di dalam struktur Destana harus sigap, terlatih, dan siap mengesekusi prosedur penyelamatan mandiri begitu alarm bahaya berbunyi,” tegas Sugeng saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (5/6/2026).

​Berdasarkan pemetaan mutakhir, terdapat 75 desa/kelurahan di Kabupaten Pasuruan yang masuk dalam peta risiko tinggi (zona merah) kebencanaan. Kehadiran Destana ditargetkan mampu memangkas waktu respons (response time) penanggulangan secara mandiri sebelum bantuan logistik dari kabupaten tiba di lokasi.

​Tingginya target pembentukan Destana di wilayah ini dilatari oleh kondisi geografis Kabupaten Pasuruan yang sangat kompleks, mulai dari kawasan pesisir, dataran rendah penampung debit air, hingga jalur pegunungan aktif.

​Peta Indeks Risiko Bencana Kabupaten Pasuruan:

​Total Ancaman Nasional: 14 jenis bencana.
​Risiko di Pasuruan: Memiliki 12 jenis ancaman bencana (Hanya minus bencana Tsunami dan Likuifaksi/Goncangan Tanah Mencair).
​Fokus Karakteristik Destana Baru (Kecamatan Purwodadi & Tutur): Mitigasi struktural dan non-struktural terhadap ancaman tanah longsor serta fenomena tanah gerak (pergeseran lereng).
​Camat Purwodadi, Sugiarto, memaparkan bahwa di wilayah kerjanya kini sudah ada dua desa yang menyandang status tangguh, yakni Desa Gerbo dan Desa Cowek. Klaster ini mendapat atensi khusus karena karakteristik topografinya yang berada di zona rawan pergeseran tanah struktur labil.

​Kasus Prioritas Desa Cowek: Peristiwa tanah gerak yang sempat melanda Desa Cowek beberapa waktu lalu langsung memicu intervensi bersama antara Pemkab Pasuruan dan Pemprov Jatim.
​Strategi Konsolidasi: Pasca-penetapan Destana, pihak kecamatan hingga perangkat dusun langsung mengunci koordinasi aktif untuk memperkuat rantai komando internal desa.
​Pemerintah daerah menggarisbawahi bahwa ketangguhan sebuah desa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada anggaran kedaruratan pemerintah yang terbatas.

“Ketangguhan menghadapi bencana tidak akan tercipta jika hanya menjadi beban kerja pemerintah. Pasca-pengukuhan ini, seluruh lini mulai dari organisasi masyarakat (ormas), pemerintah desa, sektor swasta/dunia usaha, hingga relawan lokal harus melebur. Konsepnya adalah gotong royong menyatukan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang ada demi keselamatan bersama.”

​Dengan bertambahnya Ngadirejo dan Gerbo ke dalam jaringan Destana, BPBD Kabupaten Pasuruan berharap momentum ini memicu stimulasi (greget) bagi 42 desa rawan lainnya untuk segera menginisiasi penguatan kapasitas serupa secara swadaya maupun stimulan.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *