Mitigasi Tanah Gerak, 4.000 Pohon Ditanam di Lahan Kritis Dusun Sempu

oleh

Caption: Mitigasi tanah gerak di Pasuruan dilakukan lewat aksi tanam 4.000 pohon di lahan kritis Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi.

PASURUAN, JATIM | Fixsnews.co.id – Upaya mitigasi bencana tanah gerak dilakukan secara kolaboratif di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Ratusan elemen lintas sektor menggelar aksi “Tanam dan Pelihara Pohon”, Selasa (10/2/2026) pagi.

Gerakan ini menyasar 26 hektare lahan kritis yang berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur memiliki risiko tinggi terhadap pergeseran tanah.

Kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan ekosistem dan mitigasi bencana. Hadir dalam aksi ini unsur Pemerintah Kabupaten Pasuruan, legislatif, Perhutani, TNI-Polri, masyarakat, serta sektor swasta.

Pemkab Pasuruan diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syaifudin Ahmad, sementara dari legislatif hadir Anggota DPRD sekaligus pegiat lingkungan Sugiharto. Turut hadir Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto serta perwakilan perusahaan swasta.

Sebanyak 4.000 pohon ditanam dengan pendekatan ekologis dan ekonomis. Bibit yang dipilih antara lain nangka, alpukat, dan tanaman produktif lainnya yang memiliki perakaran kuat untuk menahan tanah sekaligus bernilai ekonomi bagi warga.

“Karena tanahnya bergerak, salah satu mitigasinya adalah menanam pohon di lahan-lahan kritis agar risiko bencana bisa ditekan. Kebersamaan ini menyatu dalam satu tujuan: memulihkan lahan kritis dan meminimalkan risiko bencana,” ujar Syaifudin Ahmad.

Keterlibatan sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Perwakilan perusahaan, Syaiful, menegaskan bahwa menjaga kelestarian kawasan hutan Purwodadi berarti menjaga ketersediaan sumber air yang vital bagi masyarakat dan industri.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto menekankan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan pasca penanaman.

“Tidak ada cara lain selain menanam. Kawasan ini merupakan area perlindungan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Aksi tanam pohon ini diharapkan mampu menekan risiko tanah gerak dan longsor, sekaligus menjadi investasi lingkungan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *