Caption;Pegadaian memastikan emas nasabah aman dengan jaminan 1:1. Pemenuhan emas fisik ditargetkan rampung akhir Februari 2026 meski terjadi lonjakan permintaan.
Jakarta, Fixsnews.co.id— PT Pegadaian menegaskan bahwa seluruh emas yang dititipkelolakan nasabah melalui produk investasi emas Pegadaian, baik Tabungan Emas maupun Cicil Emas, dijamin sepenuhnya dengan emas fisik yang setara. Jaminan tersebut berlaku dengan rasio 1:1, di mana setiap gram transaksi nasabah memiliki underlying asset berupa emas fisik.
Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka, menyampaikan bahwa emas fisik tersebut disimpan di brankas penyimpanan emas (vault) berstandar internasional dan secara rutin diaudit oleh regulator serta pengawas, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Pegadaian menjamin keamanan dan ketersediaan emas fisik nasabah. Seluruh proses pengelolaan dilakukan secara transparan, sesuai regulasi, dan diawasi secara berkala,” ujar Dwi dalam keterangan resminya, Kamis (5/2).
Namun demikian, Pegadaian mengakui adanya lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan dari nasabah, yang menyebabkan antrean panjang dalam proses pencetakan dan pengambilan emas fisik. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Saat ini, Pegadaian terus melakukan optimalisasi pencetakan emas fisik sesuai dengan denominasi atau gramasi yang diajukan nasabah. Proses tersebut membutuhkan waktu karena melibatkan tahapan produksi dan distribusi.
Sebagai bentuk komitmen kepada nasabah, Pegadaian meningkatkan kapasitas produksi serta mempercepat distribusi emas fisik. Perusahaan menargetkan seluruh permintaan emas fisik yang sempat tertunda dapat diserahterimakan kepada nasabah paling lambat akhir Februari 2026.
Bagi nasabah yang membutuhkan dana dalam waktu cepat, Pegadaian memastikan likuiditas emas tetap aman dan terjamin. Nasabah dapat memanfaatkan layanan gadai atau buyback Tabungan Emas, baik melalui outlet Pegadaian maupun aplikasi TRING!.
Pegadaian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, bijak, dan tidak khawatir dalam berinvestasi emas. Perusahaan mengajak nasabah dan masyarakat untuk berinvestasi sesuai dengan profil finansial, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Pegadaian terus berupaya memberikan layanan terbaik dengan memastikan tata kelola perusahaan yang baik, patuh terhadap regulasi, dan berintegritas. Kami juga mengapresiasi seluruh kritik dan masukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan,” tutup Dwi.(Ben)


















