PTPN IV PalmCo Buka Akses Magang ke Kebun dan Pabrik, 1.328 Peserta Ikut Program

oleh

Caption; PTPN IV PalmCo memperluas akses program magang hingga kebun dan pabrik. Dalam dua tahun, sebanyak 1.328 peserta telah mengikuti berbagai program magang.

JAKARTA, Fixsnews.co.id— PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memperluas akses program pemagangan hingga seluruh lini bisnis, mulai dari kantor pusat, kantor regional, kebun, hingga pabrik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri sekaligus memberikan pengalaman kerja yang lebih dekat dengan kondisi profesional kepada peserta.

Dalam dua tahun terakhir, perusahaan perkebunan negara tersebut mencatat telah menerima 1.328 peserta magang melalui berbagai jalur.

Program tersebut meliputi magang mandiri, Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM), Magenta BUMN, Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan, hingga program penelitian.

Peserta tidak hanya ditempatkan pada fungsi administratif. Mereka juga terlibat dalam aktivitas operasional perusahaan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan.

Penempatan mencakup Head Office, Regional Office, unit kebun, hingga pabrik pengolahan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman kerja yang mendekati kondisi industri sesungguhnya.

“Kami tidak memposisikan peserta magang sebagai tenaga kerja tambahan. Seluruh ekosistem perusahaan, mulai dari ruang pengambilan kebijakan di Head Office, pusat koordinasi di Region Office, hingga area operasional kebun dan pabrik merupakan laboratorium hidup. Mereka dilibatkan dalam ritme kerja profesional, menghadapi studi kasus nyata, dan memperoleh evaluasi yang terukur,” ujar Jatmiko.

Menurut Jatmiko, pendekatan tersebut selaras dengan semangat Danantara dan BP BUMN untuk melahirkan generasi muda yang mampu bersaing.

Program tersebut juga diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia usaha yang masih menjadi tantangan di berbagai sektor industri.

Persaingan Program Magang Ketat
Tingginya minat generasi muda terhadap pengalaman kerja di industri juga terlihat dalam seleksi Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan Batch II pada Agustus 2026.

Sebanyak 2.231 pelamar mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan 164 posisi magang yang tersedia di kantor pusat dan lima kantor regional PTPN IV PalmCo.

Di sejumlah wilayah operasional, seperti Regional I Medan dan Regional IV Jambi, persaingan mencapai sekitar satu kursi diperebutkan 16 pelamar.

Jatmiko menilai besarnya animo tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan lulusan baru terhadap pengalaman kerja yang relevan sebelum memasuki dunia profesional.

Perusahaan juga menerapkan mekanisme berbeda terkait fasilitas peserta sesuai skema pemagangan.

Untuk peserta Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, insentif berasal dari anggaran pemerintah. Sementara peserta Magenta BUMN memperoleh uang saku yang dialokasikan perusahaan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan BUMN. Perusahaan menyediakan lingkungan belajar, pembimbing, dan pengalaman kerja, sementara skema pembiayaan mengikuti ketentuan masing-masing program,” katanya.

Pengembangan program pemagangan sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam berbagai kesempatan menegaskan pemagangan berbasis kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

“Pemagangan berbasis kompetensi adalah jembatan paling efektif untuk mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Melalui pemagangan di industri, peserta tidak hanya mendapatkan hard skill, tetapi juga soft skill dan etos kerja yang nyata,” ujar Yassierli.

Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan industri membantu lulusan memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang lebih baik sekaligus meningkatkan produktivitas angkatan kerja nasional.

Alumni Jadikan Magang sebagai Bekal Karier
Sejumlah alumni program magang mengaku pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan karier mereka.

Nabila Shifa, lulusan Universitas Gunadarma yang mengikuti program Magenta BUMN dan kini menjadi karyawan PTPN IV PalmCo, mengatakan dirinya tidak hanya mengerjakan tugas administratif selama magang.

Ia juga dilibatkan dalam penyelesaian target kerja tim.

“Pendampingan mentor dan pengalaman bekerja dalam ritme korporasi menjadi bekal yang sangat membantu ketika mengikuti proses rekrutmen hingga akhirnya bergabung sebagai karyawan,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Hafizah Mulia Ningrum, lulusan Universitas Andalas yang pernah mengikuti Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan di PTPN IV PalmCo dan kini bekerja sebagai konsultan auditor.

Menurut Hafizah, pemahaman mengenai tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan standar kepatuhan operasional yang diperoleh selama magang menjadi nilai tambah dalam pekerjaannya.

“Pengalaman itu membuat saya memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai praktik bisnis di lapangan sehingga sangat membantu ketika memberikan rekomendasi kepada klien,” katanya.

Bagi PTPN IV PalmCo, perluasan akses magang tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan.

Program tersebut juga menjadi kontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

Tingginya jumlah peserta maupun pelamar dalam dua tahun terakhir menunjukkan program pemagangan masih menjadi salah satu jalur yang banyak diminati lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki pasar tenaga kerja secara penuh.(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *