Caption: Lebih dari 4.000 peserta memadati Gebyar Tunas Athfal di UMM. Sekda Kabupaten Malang dorong pendidikan anak usia dini yang aman, percaya diri, dan menggembirakan.
MALANG, Fixsnews.co.id — Lebih dari 4.000 peserta yang terdiri dari siswa anak usia dini, guru, dan wali murid memadati Lapangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Rabu (12/8/2026) pagi. Mereka mengikuti Launching dan Gebyar Tunas Athfal tingkat Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Malang.
Turut hadir jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Aisyiyah (PDA) Kabupaten Malang, Wakil Rektor V UMM, serta organisasi mitra PAUD, seperti IGABA, IGRA, dan Himpaudi.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan secara swadaya melalui sinergi keluarga besar Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) bersama para orang tua murid.
Suasana acara berlangsung riang ketika Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., memilih berinteraksi langsung dengan para siswa di atas panggung melalui kuis sederhana dan interaktif.
Sekda tidak memberikan sambutan formal, tetapi mengajak anak-anak berinteraksi sekaligus memberikan hadiah.
“Hari ini saya tidak sambutan. Tapi saya mau ngasih kuis ke anak-anak. Sekarang saya kasih hadiah. Paling tidak harapan kami, anak-anak selalu gembira setiap hari,” ujar Dr. Ir. Budiar, M.Si.
Sejumlah anak tampil dalam kuis tersebut. Fava tampil percaya diri melantunkan Surah Al-Fatihah dengan lancar.
Maira berhasil menjawab pertanyaan matematika dasar, sedangkan Neymar sigap menjawab pertanyaan mengenai hewan berbelalai.
Lepas Burung Merpati
Pembukaan Gebyar Tunas Athfal secara resmi ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Sekda Kabupaten Malang bersama jajaran undangan.
Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diarahkan pada pembentukan karakter anak usia dini.
Pemerintah Kabupaten Malang menekankan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada capaian akademik.
Lingkungan belajar juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman, keberanian, kepercayaan diri, serta jiwa kerja sama sejak usia dini.
(Dilli)

















