Caption: Tokocrypto luncurkan program Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah dengan total hadiah Rp250 juta dan fitur Gift Card kripto untuk dorong literasi Web3.
JAKARTA, Fixsnews.co.id– Tokocrypto menghadirkan kampanye bertajuk “Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah” dengan total hadiah mencapai Rp250 juta. Program ini digelar untuk menyemarakkan Ramadan 2026 sekaligus mendorong literasi dan partisipasi masyarakat dalam industri kripto dan Web3.
Melalui kampanye ini, pengguna diajak memperluas silaturahmi dengan mengundang kerabat bergabung ke platform Tokocrypto. Setiap aktivitas selama periode program membuka peluang mengumpulkan THR Ramadan dengan total hadiah ratusan juta rupiah.
Tokocrypto juga menggelar rangkaian live streaming bersama Key Opinion Leader (KOL) dan berbagai proyek kripto. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat terkait perkembangan industri kripto dan Web3 serta memperkuat ekosistem aset digital di Indonesia.
Sebagai inovasi Ramadan tahun ini, Tokocrypto menghadirkan fitur Gift Card kripto. Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan aset kripto sebagai hadiah atau THR kepada keluarga dan rekan kerja secara praktis dan aman.
Perusahaan menilai inisiatif tersebut dapat memperluas adopsi kripto dalam aktivitas keseharian, termasuk tradisi berbagi di bulan suci.
Tokocrypto juga mengimbau trader dan investor untuk tetap mengedepankan analisis teknikal dan fundamental selama Ramadan. Perubahan pola aktivitas harian, potensi likuidasi aset untuk kebutuhan zakat atau Idul Fitri, serta dinamika global perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.
“Secara historis belum ada korelasi yang benar-benar konsisten antara Ramadan dan tren harga kripto. Karena itu, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, disiplin strategi, dan memantau perkembangan pasar global. Dengan pemahaman yang baik, Ramadan justru bisa menjadi momentum refleksi sekaligus peluang,” ujar Calvin.
Melalui kombinasi program apresiasi, inovasi produk, dan edukasi pasar, Tokocrypto optimistis Ramadan 2026 menjadi momen untuk memperluas literasi dan adopsi kripto di Indonesia.
Fenomena “Ramadan Effect” di Pasar Kripto
Sejumlah riset terbaru tentang fenomena “Ramadan Effect” di pasar kripto mengindikasikan adanya perubahan pola perilaku investor selama bulan suci. Dalam lima tahun terakhir, pergerakan Bitcoin kerap mengalami tekanan saat Ramadan, dengan koreksi yang tercatat cukup dalam pada beberapa periode, seperti -21,71% (2021), -16,00% (2022), -3,73% (2023), dan -4,14% (2024).
Meski begitu, pola tersebut tidak selalu berulang secara ekstrem. Pada Ramadan 2025, penurunan Bitcoin relatif lebih terbatas, sekitar 4%, dengan harga ditutup di kisaran US$82.500 setelah dibuka di sekitar US$86.000. Tren serupa juga terlihat pada sejumlah aset kripto utama lainnya, termasuk Ethereum, XRP, Solana, dan BNB, yang sama-sama dipengaruhi perubahan aktivitas pasar selama periode Ramadan.
Riset internal Tokocrypto turut mencatat adanya pergeseran jam aktif investor ritel. Aktivitas transaksi cenderung melambat pada siang hari ketika masyarakat lebih fokus pada ibadah dan aktivitas Ramadan, lalu meningkat kembali pada malam hari setelah berbuka puasa hingga menjelang sahur. Selain itu, sebagian investor juga tercatat melakukan aksi ambil untung menjelang Ramadan, sehingga memunculkan tekanan jual di awal periode.
Calvin menilai perubahan pola ini wajar terjadi dan perlu disikapi dengan strategi yang lebih disiplin. “Selama Ramadan, perilaku pasar memang cenderung bergeser—aktivitas ritel bisa menurun di siang hari dan kembali ramai pada malam hari. Yang penting, investor tetap mengutamakan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya karena tren musiman,” ujar Calvin.
Di tengah pola musiman tersebut, volatilitas tetap menjadi faktor yang patut diantisipasi. Meskipun imbal hasil pada periode Ramadan kerap lebih rendah, riset menunjukkan adanya kecenderungan volatilitas yang mengelompok (volatility clustering). Namun secara global, dinamika pasar kripto tetap banyak dipengaruhi faktor yang lebih luas, seperti kebijakan suku bunga bank sentral, regulasi, serta sentimen pasar internasional.
Memasuki Ramadan 2026, aspek perhitungan zakat sebesar 2,5% atas kepemilikan aset, termasuk kripto, juga berpotensi mendorong sebagian investor melakukan penyesuaian portofolio, yang dapat memengaruhi aktivitas jual beli di pasar domestik. Namun karena pasar kripto bersifat global, dampak tekanan tersebut dinilai cenderung terbatas dan tidak berdiri sendiri tanpa faktor pendorong lain.(red)


















