Wali Kota Pasuruan Tekankan Bahaya Narkoba di SMAN 4: Ancaman Nyata Bonus Demografi

oleh

​KOTA PASURUAN-Jatim | Fixsnews.co.id-Pemerintah Kota Pasuruan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sosialisasi intensif mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 4 Kota Pasuruan pada Kamis (23/4/2026) ini bertujuan membentengi generasi muda dari ancaman barang terlarang yang dapat menghambat masa depan bangsa.

​Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi). Dalam arahannya, beliau mengaitkan upaya pemberantasan narkoba dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

​Mas Adi menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada momentum krusial bonus demografi. Pada tahun 2030, diperkirakan 70 persen penduduk akan berada pada usia produktif. Namun, peluang emas ini bisa berubah menjadi bencana jika kualitas sumber daya manusianya rusak oleh narkoba.

​“Waktu menuju Indonesia Emas tinggal belasan tahun lagi, itu sangat singkat. Kita butuh SDM yang berkualitas, ekonomi tinggi, dan masyarakat sejahtera. Jika generasi mudanya hancur karena narkoba, maka bonus demografi ini justru akan menjadi bencana demografi bagi kita,” tegas Mas Adi.

​Dalam tinjauan sejarahnya, Mas Adi menyebutkan bahwa setelah merdeka dari penjajahan fisik dan berjuang melawan kemiskinan, kini bangsa Indonesia menghadapi tantangan “penjajahan baru” dalam bentuk penyalahgunaan narkotika.

​Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan kekuatan spiritual dan intelektual. Ia mengingatkan bahwa Kota Pasuruan yang identik dengan predikat Kota Santri harus mampu menjaga nilai-nilai religius sebagai fondasi utama penolakan terhadap narkoba.

​“Salah satu tantangan serius yang kita hadapi adalah penyalahgunaan narkoba. Ini adalah bentuk penjajahan baru yang merusak generasi secara sistemik. Kita lihat banyak kasus kriminalitas berawal dari barang haram ini,” imbuhnya.

​Pemerintah Kota Pasuruan mendorong para siswa SMAN 4 untuk menjadi pionir dalam menyebarluaskan informasi bahaya narkotika. Pelajar diharapkan tidak hanya paham untuk diri sendiri, tetapi juga mampu mengedukasi teman sebaya, guru, hingga lingkungan keluarga.

​Pesan Penting Mas Adi untuk Pelajar:

​Literasi Narkoba: Mampu mengidentifikasi berbagai jenis zat terlarang agar tidak terjebak.
​Selektif dalam Pergaulan: Boleh bergaul secara luas, namun harus mampu memilah pengaruh baik dan buruk.
​Konsekuensi Hukum: Memahami bahwa penyalahgunaan narkotika memiliki sanksi hukum yang sangat berat.
​Menutup arahannya, Mas Adi berpesan agar para pelajar memperkuat sisi spiritual sebagai tameng utama dalam menghadapi godaan pergaulan bebas.

​“Fondasi paling utama adalah ibadah yang kuat. Dengan bekal spiritualitas dan kedekatan kepada Tuhan, kita akan memiliki kekuatan untuk menjaga diri dari hal-hal yang merusak masa depan,” pungkasnya.

​Dengan sosialisasi ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba (Bersinar) demi terwujudnya generasi emas yang cerdas, kuat, dan berakhlak mulia di Kota Pasuruan.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *