Kado Harjakapro ke-280: Bupati Gus Haris Resmikan Klinik CPMI Pertama di RSUD Tongas

oleh

​PROBOLINGGO-Jatim | Fixsnews.co.id-Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengambil langkah konkret dalam memperkuat perlindungan bagi pahlawan devisa. Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), meresmikan Klinik Layanan Kesehatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di RSUD Tongas, Kamis (9/4/2026).

​Momentum peresmian ini terasa istimewa karena bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 sekaligus memperingati HUT ke-24 RSUD Tongas. Kehadiran klinik spesialis ini diproyeksikan menjadi pusat skrinning kesehatan komprehensif bagi warga Probolinggo yang akan mengadu nasib di luar negeri.

​Klinik CPMI ini hadir untuk menjawab kebutuhan validitas data kesehatan tenaga kerja. Melalui fasilitas ini, para calon pekerja akan menjalani pemeriksaan menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis (mental), guna memastikan mereka memenuhi standar kualifikasi negara tujuan.

​Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati Gus Haris, didampingi Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana, Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati, serta jajaran kepala dinas terkait dan tim TP2D Kabupaten Probolinggo.

​Direktur RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan ekspansi layanan. Selain klinik CPMI, RSUD Tongas kini telah diperkuat dengan kehadiran Poli Jantung dan Pembuluh Darah serta Poli Psikiatri.

​“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan semangat SIGAP (Siap, Gigih, Amanah, dan Profesional). Dalam waktu dekat, kami juga akan mengembangkan layanan spesialis paru untuk melengkapi ekosistem layanan kesehatan modern di wilayah barat Probolinggo ini,” jelas dr. Catur.

​Bupati Gus Haris mengapresiasi kemajuan signifikan yang ditunjukkan RSUD Tongas. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa rumah sakit adalah “wajah” dari kualitas pelayanan publik sebuah daerah. Namun, teknologi medis yang canggih harus dibarengi dengan budaya kerja yang humanis.

​“Tempat kerja harus menjadi keluarga kedua yang dibangun dengan harmoni. Kualitas pelayanan tidak hanya soal alat, tapi soal bagaimana setiap pasien merasa dilayani dengan hati. Ini adalah bagian dari kepemimpinan yang harus dijaga di lingkungan RSUD,” tegas Gus Haris saat meninjau fasilitas klinik.

​Program ini dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang berstandar tinggi di RSUD Tongas, diharapkan risiko pemulangan pekerja akibat kendala kesehatan (medis) dapat diminimalisir.

​“Harapan kami, klinik ini memberikan manfaat berkelanjutan. Ini bukan sekadar layanan administrasi, tapi bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri,” pungkas Bupati.

​Kehadiran Klinik CPMI di RSUD Tongas diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang pro-terhadap perlindungan tenaga kerja sekaligus penyedia layanan kesehatan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(Dilli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *