Ikatan Keluarga Gunungkidul Kukuhkan Pengurus Baru 2026–2031, Fokus Perkuat Kolaborasi Warga Perantauan

oleh

Caption:IKG kukuhkan pengurus periode 2026–2031 di Jakarta, Bupati Gunungkidul Endah Subekti tekankan peran diaspora untuk pembangunan daerah dan penguatan sinergi.


JAKARTA, Fixsnews.co.id— Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031 dalam acara di Auditorium Kantor BKN Jakarta, yang dipimpin langsung Bupati Gunungkidul.

Pengukuhan ini menjadi langkah penguatan peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah melalui jaringan warga Gunungkidul di perantauan.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa sinergi antara warga perantauan dan daerah asal menjadi kunci kemajuan Gunungkidul ke depan.

“Pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Kontribusi diaspora sangat penting bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Ketua Umum IKG periode 2026–2031, Saimo, menyampaikan komitmen menjalankan Sapta Cita IKG yang mencakup penguatan organisasi, pengembangan usaha, pembangunan sekretariat, hingga pelestarian budaya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai wilayah perantauan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas IKG, Eddy Sukirman, menyebut IKG telah berkembang menjadi “miniatur Gunungkidul” di perantauan dengan sekitar 35 ribu anggota.

Organisasi ini juga memiliki berbagai aset budaya seperti gamelan perunggu, wayang kulit, dan joglo IKG.

Kepala Banhubda DIY Nugrohoningsih mengapresiasi konsistensi IKG sebagai salah satu paguyuban besar dengan solidaritas kuat.

Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan organisasi diaspora tersebut.

Dari unsur legislatif, DPRD DIY Komisi A mendorong IKG menjadi agen promosi daerah yang aktif berkontribusi pada pembangunan.

Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menyebut organisasi ini telah memiliki lebih dari 1.600 struktur kepengurusan di berbagai tingkatan wilayah Jabodetabek.

Dengan struktur yang besar, IKG diharapkan terus menjadi wadah solidaritas dan gotong royong warga Gunungkidul di perantauan.

“Yang sudah mapan membantu yang sedang berjuang, agar bersama-sama memberi manfaat bagi daerah,” ujarnya.(ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *