Caption:Operasional SPPG Jombang, Jember, mendadak berhenti sejak 21 April 2026. Program Makan Bergizi Gratis terhenti, ratusan siswa terdampak, alasan anggaran dipertanyakan.
JEMBER, FIXSNEWS.CO.ID – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan An-Nur Garahan Silo di Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, mendadak berhenti sejak Selasa, 21 April 2026. Dampaknya, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah langsung terputus tanpa pemberitahuan resmi.
Ratusan siswa yang selama ini bergantung pada program tersebut kini tidak lagi menerima asupan makanan harian.
Penghentian mendadak ini memunculkan pertanyaan terkait kesiapan dan tata kelola program pemenuhan gizi yang seharusnya berjalan berkelanjutan.
Kepala SDN 04 Jombang, Moh Hadi, menyebut pihak sekolah hanya menerima informasi bahwa penghentian terjadi karena anggaran belum cair.
“Kami hanya mendapat informasi penyaluran berhenti tanpa batas waktu karena dana dari pusat belum turun,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Pihak SMP Ma’arif Jombang juga mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi. Ketidakjelasan ini membuat sekolah tidak memiliki dasar untuk mengambil langkah antisipatif.
Pantauan di lokasi SPPG di Jalan Raya Jombang–Kencong menunjukkan aktivitas operasional berhenti total. Fasilitas tertutup, tidak ada produksi, dan hanya terlihat satu orang membersihkan area.
Tidak ada pernyataan terbuka dari pihak pengelola. Upaya konfirmasi kepada kepala SPPG belum membuahkan hasil.
Asisten Lapangan SPPG Jombang, Agustino Adi Nugroho, membenarkan penghentian operasional. Ia menyebut keterbatasan saldo akibat anggaran belum turun menjadi penyebab utama.
“Saldo tidak cukup untuk belanja, sehingga operasional dihentikan,” katanya.
Namun, alasan tersebut memunculkan pertanyaan lanjutan terkait kesiapan manajemen. Ketergantungan penuh pada pencairan anggaran tanpa mekanisme cadangan dinilai berisiko terhadap keberlangsungan layanan.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah penghentian murni karena faktor teknis keuangan atau terkait evaluasi dan persoalan lain.
Upaya konfirmasi kepada Kepala KPPG Jember, Said Karim, serta pihak humas juga belum mendapatkan respons.
Situasi ini dinilai bukan sekadar terhentinya distribusi makanan, tetapi juga menyangkut akuntabilitas program pemerintah dalam pemenuhan gizi anak.
Publik kini menunggu penjelasan resmi “apakah ini hanya persoalan anggaran, atau ada masalah lain di balik berhentinya operasional SPPG tersebut?”. (Sofyan)


















