Dolar AS Menguat, Harga Emas Terancam Lanjut Melemah

oleh

Caption: Harga emas dunia masih berada dalam tekanan jual. Analis Dupoin Futures memprediksi XAU/USD berpotensi turun ke level support 4.446 hingga 4.365 seiring kuatnya dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Pergerakan harga emas dunia masih dibayangi tekanan jual pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren pelemahan dinilai masih menjadi skenario dominan dalam jangka pendek dengan potensi penurunan menuju level support 4.446.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan pasangan XAU/USD pada timeframe harian belum menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup kuat untuk mengubah arah tren utama. Harga emas saat ini masih bergerak di bawah sejumlah level teknikal penting yang menjadi acuan pelaku pasar.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kegagalan harga emas menembus area resistance di level 4.545. Dalam beberapa kali percobaan, harga belum mampu bertahan di atas level tersebut sehingga mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat.

Kondisi itu menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan belum memiliki keyakinan yang cukup untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Selain itu, pergerakan harga membentuk pola candlestick Doji yang menandakan adanya keseimbangan antara tekanan beli dan tekanan jual. Namun karena pola tersebut muncul di tengah tren yang masih menurun, sinyal pembalikan arah menuju bullish dinilai belum cukup kuat.

Menurut analisis Dupoin Futures, pola tersebut lebih menggambarkan bahwa pasar masih menunggu sentimen baru yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Dari sisi teknikal, harga emas juga masih bergerak di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai area resistance dinamis yang membatasi ruang penguatan harga.

Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan dinilai masih cukup terbatas.

Sementara itu, indikator stochastic juga belum menunjukkan arah yang jelas. Pergerakannya yang relatif datar mencerminkan momentum pasar yang masih lemah, meskipun tekanan jual pada awal perdagangan menunjukkan kecenderungan investor untuk mengambil posisi jual.

Dalam proyeksi jangka pendek, level support terdekat berada di area 4.446. Jika level tersebut gagal menahan tekanan jual, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di level 4.365 semakin terbuka.

Dari sisi fundamental, harga emas masih menghadapi tekanan akibat kuatnya dolar Amerika Serikat. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga berpotensi mengurangi permintaan global.

Selain itu, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield juga menjadi tantangan bagi logam mulia. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dinilai masih cukup kuat.

Jika data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, tetap solid, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat diperkirakan semakin kecil.

Kondisi tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS dan mempertahankan tekanan terhadap harga emas. Di sisi lain, sentimen pasar global yang relatif stabil membuat permintaan terhadap aset safe haven belum mengalami peningkatan signifikan.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas masih cenderung bearish dalam jangka pendek. Selama harga belum mampu menembus resistance utama di level 4.545 dan masih bergerak di bawah MA 21 serta MA 50, peluang pelemahan menuju area 4.446 hingga 4.365 diperkirakan masih terbuka.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *