Caption: Inflasi dapat mengurangi daya beli meski gaji terus naik. Simak cara mengatasi inflasi melalui pengelolaan keuangan, dana darurat, hingga investasi emas digital agar kondisi finansial tetap sehat.
JAKARTA, Fixsnews.co.id – Inflasi menjadi salah satu tantangan yang dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat. Meski pendapatan mengalami kenaikan, banyak orang tetap merasa tabungannya tidak bertambah signifikan karena meningkatnya harga barang dan jasa serta perubahan gaya hidup.
Inflasi merupakan kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dalam periode tertentu. Dampaknya, daya beli masyarakat menurun karena jumlah uang yang sama tidak lagi mampu membeli barang atau jasa sebanyak sebelumnya.
Salah satu penyebab gaji terasa cepat habis adalah lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup. Ketika penghasilan meningkat, pengeluaran juga cenderung bertambah, seperti lebih sering makan di luar, membeli gawai baru, menambah langganan hiburan, hingga belanja yang tidak direncanakan.
Selain itu, tidak adanya perencanaan anggaran yang jelas membuat kenaikan penghasilan sulit diimbangi dengan peningkatan jumlah tabungan. Menyimpan seluruh dana dalam satu rekening transaksi juga berpotensi membuat uang lebih mudah digunakan untuk kebutuhan yang tidak direncanakan.
Agar kondisi keuangan tetap sehat di tengah inflasi, terdapat beberapa langkah yang dapat diterapkan.
Pertama, tingkatkan porsi tabungan setiap kali menerima kenaikan gaji. Dengan mengalokasikan sebagian tambahan pendapatan untuk tabungan atau investasi sebelum menambah pengeluaran, kondisi keuangan dapat berkembang lebih baik.
Kedua, bangun dana darurat sebagai persiapan menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, kerusakan kendaraan, maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Ketiga, pisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan, seperti dana darurat, dana pendidikan, dana liburan, investasi, dan kebutuhan harian. Langkah ini membantu penggunaan dana menjadi lebih terarah.
Keempat, lakukan evaluasi pengeluaran secara berkala untuk mengidentifikasi biaya yang dapat dikurangi, termasuk langganan yang jarang digunakan maupun pengeluaran impulsif.
Kelima, pertimbangkan diversifikasi aset sesuai tujuan keuangan dan profil risiko. Diversifikasi dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis instrumen investasi.
Salah satu instrumen yang masih banyak dipilih masyarakat untuk tujuan investasi jangka panjang adalah emas. Selain dikenal sebagai aset yang dapat membantu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, pembelian emas kini juga semakin mudah melalui layanan digital.
Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas secara digital, layanan investasi emas online pada aplikasi neobank dari PT Bank Neo Commerce Tbk menyediakan fasilitas pembelian emas digital melalui mitra Treasury dan Lakuemas. Pengguna dapat membeli emas mulai dari nominal kecil dan memantau perkembangan investasinya melalui aplikasi.
Meski demikian, calon investor tetap disarankan memahami karakteristik produk, manfaat, biaya, risiko, serta ketentuan yang berlaku sebelum berinvestasi. Perlu diingat, harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar sehingga keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.(red)


















