Strategi Laddering Deposito, Cara Atur Dana agar Lebih Fleksibel dan Terencana

oleh

Caption: Strategi laddering deposito membantu mengatur pencairan dana lebih fleksibel dengan membagi simpanan ke beberapa tenor. Simak cara kerja, manfaat, dan tips memulainya.

JAKARTA, Fixsnews.co.id – Strategi laddering deposito menjadi salah satu metode pengelolaan dana yang mulai banyak digunakan dalam perencanaan keuangan. Teknik ini dilakukan dengan membagi dana ke dalam beberapa deposito yang memiliki tenor berbeda sehingga pencairan dana dapat berlangsung secara bertahap sesuai kebutuhan.

Melalui strategi ini, nasabah tidak menempatkan seluruh dana dalam satu deposito dengan waktu jatuh tempo yang sama. Sebaliknya, dana dibagi ke beberapa tenor sehingga sebagian dana dapat dicairkan secara berkala tanpa harus menunggu seluruh deposito berakhir.

Secara sederhana, laddering adalah metode membagi dana ke beberapa deposito dengan jangka waktu berbeda. Tujuannya bukan semata-mata mengejar imbal hasil yang lebih tinggi, melainkan memberikan fleksibilitas dalam mengatur jadwal pencairan dana sesuai rencana keuangan.

Strategi ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki beberapa target keuangan dalam jangka pendek hingga menengah.

Cara Kerja Laddering Deposito

Sebagai contoh, seseorang memiliki dana sebesar Rp40 juta.

Alih-alih menempatkan seluruh dana pada deposito tenor 12 bulan, dana tersebut dapat dibagi menjadi empat bagian, masing-masing Rp10 juta dengan tenor berbeda, yaitu:

Rp10 juta tenor 3 bulan.

Rp10 juta tenor 6 bulan.

Rp10 juta tenor 9 bulan.

Rp10 juta tenor 12 bulan.

Ketika deposito tenor 3 bulan jatuh tempo, dana dapat digunakan sesuai kebutuhan atau ditempatkan kembali ke deposito dengan tenor baru. Pola ini membuat pencairan dana berlangsung lebih bertahap.

Manfaat Strategi Laddering

Strategi laddering banyak dipilih karena memberikan beberapa keuntungan dalam pengelolaan keuangan, di antaranya:

1. Jadwal pencairan lebih fleksibel

Dana tidak terkunci dalam satu waktu jatuh tempo sehingga tersedia kesempatan mengakses sebagian dana secara berkala.

2. Menyesuaikan kebutuhan keuangan

Strategi ini dapat disusun berdasarkan berbagai target keuangan, seperti dana liburan, renovasi rumah, hingga biaya pendidikan yang dibutuhkan pada waktu berbeda.

3. Memudahkan evaluasi investasi

Setiap kali deposito jatuh tempo, pemilik dana dapat mengevaluasi kembali kebutuhan keuangan. Jika dana belum diperlukan, dana tersebut dapat ditempatkan kembali pada deposito sesuai rencana.

Apakah Laddering Cocok untuk Semua Orang?

Strategi ini umumnya lebih sesuai bagi masyarakat yang telah memiliki dana darurat, mempunyai dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, serta memiliki beberapa target keuangan dengan jadwal berbeda.

Bagi yang masih membutuhkan dana sewaktu-waktu, sebaiknya memastikan kebutuhan likuiditas tetap terpenuhi sebelum menempatkan dana dalam deposito.

Cara Memulai Strategi Laddering

Untuk menerapkan strategi laddering, langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Menentukan jumlah dana yang akan disimpan.

Menyusun tujuan keuangan beserta waktu penggunaannya.

Membagi dana ke dalam beberapa nominal.

Memilih tenor deposito sesuai kebutuhan.

Melakukan evaluasi setiap kali deposito jatuh tempo.

Nominal maupun tenor deposito dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing.

Deposito WOW Jadi Salah Satu Pilihan

Bagi masyarakat yang ingin menerapkan strategi laddering, Deposito WOW dari neobank milik PT Bank Neo Commerce Tbk menawarkan pilihan tenor mulai dari 7 hari hingga 12 bulan.

Pembukaan deposito dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank tanpa perlu datang ke kantor cabang. Selain itu, nasabah juga dapat memantau deposito secara langsung melalui aplikasi.

Bank Neo Commerce mengingatkan calon nasabah untuk memahami fitur produk, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum membuka deposito. Nasabah juga disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY).

Sementara itu, tingkat bunga penjaminan simpanan yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga 30 September 2026 tercatat sebesar 3,50 persen per tahun. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak termasuk dalam cakupan penjaminan LPS.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *