Gempa Nusa Tenggara Timur Tewaskan 53 Orang, 995 Gempa Susulan Tercatat dan Ribuan Warga Mengungsi

oleh
Foto : Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Ende. (BPBD Kabupaten Ende)

Caption: Gempa M7,7 di NTT menewaskan 53 orang dan merusak 2.403 rumah. Ribuan warga mengungsi, sementara petugas terus melakukan penanganan dan pendataan.

JAKARTA, Fixsnews.co.id– Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 2.403 rumah mengalami kerusakan. Petugas gabungan masih melakukan pendataan korban serta penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak. Data tersebut merupakan data sementara hingga Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB.

Dari total 53 korban meninggal dunia, sebanyak 25 orang berada di Kabupaten Manggarai, 20 orang di Manggarai Timur, 4 orang di Sikka, 1 orang di Manggarai Barat, 1 orang di Nagekeo dan 2 orang di Ende.

Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan juga mengevakuasi dan memberikan perawatan medis kepada korban luka. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 137 orang mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun fasilitas kesehatan darurat.

Kerusakan juga terjadi pada ribuan rumah. Tercatat 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang dan 532 rumah rusak ringan.

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak. Kerusakan tercatat pada 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, 76 kantor pemerintahan serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Sementara itu, pendataan warga yang mengungsi masih berlangsung. Hingga Minggu (16/8), sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi. Tercatat sebanyak 995 gempa susulan, dengan 46 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah telah berada di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

Fokus utama penanganan saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban. Pemerintah juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Sejumlah bantuan telah disalurkan melalui jalur darat dan udara. Paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirim melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdanakusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).

Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai Barat mendapat 550 paket, Kabupaten Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, Ngada 550 paket, Nagekeo 550 paket, Sikka 1.000 paket dan Ende 725 paket.

Selain distribusi logistik, pemerintah pusat melalui BNPB juga mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pospenas tersebut berfungsi mengoordinasikan upaya penanganan darurat akibat gempa M7,7 di NTT.

Sementara itu, posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere untuk mendukung operasional penanganan di wilayah terdampak.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *