PTPN Group Siapkan 10.000 Hektare di Jawa Barat untuk Percepat Swasembada Bawang Putih

oleh

Caption; PTPN Group menyiapkan pengembangan 10.000 hektare bawang putih di Jawa Barat pada 2026 dan menargetkan 24.000 hektare hingga 2029.

BANDUNG,Fixsnews.co.id— PTPN Group memperkuat kontribusinya terhadap program pemerintah untuk mendukung swasembada bawang putih nasional dengan menyiapkan pengembangan kawasan budidaya seluas 10.000 hektare di wilayah kerja PTPN Group Jawa Barat pada 2026.

Program tersebut melibatkan mitra strategis dan masyarakat serta menjadi bagian dari komitmen PTPN Group memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi aset dan pengembangan komoditas strategis.

Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24.000 hektare pada periode 2026–2029.

Pengembangan tersebut dinilai strategis karena masih terdapat kesenjangan besar antara produksi bawang putih dalam negeri dan kebutuhan nasional.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian yang disampaikan dalam materi program tersebut, produksi bawang putih dalam negeri berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan ruang yang besar untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus memperkuat ekosistem bawang putih nasional.

Untuk mempercepat target pengembangan, PTPN Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung, Jumat (21/8/2026).

Penandatanganan dilakukan PTPN Group melalui Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 Desmanto bersama para mitra. Kegiatan tersebut disaksikan Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna dan Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero).

Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ke-14 mitra menyatakan komitmen mengembangkan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare.

Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group sebagai BUMN perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya ketahanan dan kedaulatan pangan.

“PTPN Group tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas komoditas perkebunan eksisting serta mengejar swasembada, tetapi untuk membangun industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Denaldy.

Menurutnya, bawang putih menjadi salah satu komoditas dengan kesenjangan produksi dan kebutuhan konsumsi yang besar. Karena itu, pengembangan ekosistem secara terukur dinilai penting untuk memperkuat pasokan domestik.

Tahap awal pengembangan akan difokuskan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi pengembangan sebelum diarahkan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi.

Ground Checking Areal Capai 100 Persen

Regional Head PTPN I (Persero) Regional 2 Desmanto mengatakan kawasan pengembangan bawang putih di wilayah kerja PTPN Group, khususnya Jawa Barat, tersebar di beberapa kabupaten dengan melibatkan mitra dan masyarakat, termasuk Gapoktan.

Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, pengembangan tersebut ditargetkan meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan.

Produktivitas ditargetkan meningkat dari 10,8 ton kering per hektare pada tahun ke-0 menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun ke-4.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Arif Budiman menyampaikan perkembangan persiapan hingga pertengahan Agustus 2026.

Proses identifikasi atau ground checking areal telah mencapai 100 persen. Persiapan benih dan pembukaan lahan masing-masing berada di kisaran 25 persen, sedangkan proses perizinan mencapai sekitar 30 persen.

Arif mengatakan percepatan implementasi menjadi komitmen bersama, baik di tingkat operasional PTPN I maupun melalui dukungan Holding Perkebunan.

“Kami terus memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi dapat berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi bagian penting untuk menjaga percepatan implementasi di lapangan,” tuturnya.

Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Akademisi

Kementerian Pertanian menyebut pembangunan ekosistem bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, pemasaran, hingga implementasi teknologi.

Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, petani, BUMN pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan audiensi dengan pemerintah setempat terkait pengembangan bawang putih.

PTPN Group juga menyusun konsep penanaman bawang putih yang ramah lingkungan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budidaya bawang putih yang adaptif dan berkelanjutan.

“Untuk lahan, areal yang sudah siap segera kita kerjakan. Areal yang masih dikelola masyarakat kita dorong melalui pola kemitraan sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dan memperoleh manfaat ekonomi,” kata Denaldy.

Pengembangan bawang putih ditargetkan mencapai 24.000 hektare pada periode 2026–2029, dengan tahap awal seluas 10.000 hektare pada 2026.

Pengembangan areal tersebut diharapkan meningkatkan produksi bawang putih nasional sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok.

Melalui pengembangan bertahap, penguatan teknologi budidaya, pengujian varietas, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan petani, PTPN Group menargetkan penguatan kemandirian produksi bawang putih dan ketahanan pangan nasional.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *