Caption; Elnusa menuntaskan pengeboran Sumur Semberah-206 dalam 45 hari. Produksi awal mencapai 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak, melampaui target.
JAKARTA, Fixsnews.co.id – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) mencatat keberhasilan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Melalui Rig EMR-001, Elnusa menyelesaikan pengeboran hingga uji produksi dengan hasil awal lebih dari dua kali target yang ditetapkan.
Elnusa bertindak sebagai drilling contractor dalam kegiatan tersebut. Pengeboran dimulai pada 4 Juni 2026 dan diselesaikan dalam 45 hari, sebelum memasuki tahap uji produksi pada 19 Agustus 2026.
Hasil pengujian mencatat initial production sebesar 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak.
Angka tersebut melampaui target awal sebesar 2,1 MMSCFD gas dan 175 BOPD minyak.
Dengan capaian tersebut, produksi awal Sumur Semberah-206 mencapai sekitar 255 persen dari target gas dan 232 persen dari target minyak.
Capaian itu menunjukkan kontribusi aktivitas pengeboran dalam membuka sekaligus mengoptimalkan potensi produksi aset hulu migas.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan keberhasilan tersebut mencerminkan positioning Elnusa sebagai solution partner yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga penciptaan nilai dan peningkatan produktivitas aset pelanggan.
“Bagi Elnusa, operational excellence bukan hanya mengenai kemampuan menyelesaikan pengeboran dengan aman dan andal. Nilai tambahnya terletak pada bagaimana kompetensi, aset, teknologi, dan pengalaman yang kami miliki dapat mendukung pelanggan mengoptimalkan potensi aset dan produksi. Hasil Sumur Semberah-206 menjadi salah satu bukti konkret dari kapabilitas tersebut,” ujar Rustam.
Operasi tersebut didukung kemampuan Elnusa mengoperasikan Rig EMR-001 untuk pengeboran berarah hingga mencapai kedalaman akhir 11.685 ftMD.
Sumur Semberah-206 menghasilkan produksi dari layer F083A, I089A, dan I072A dengan kondisi tekanan reservoir yang baik.
Dalam pelaksanaannya, Elnusa mengintegrasikan keandalan rig, kompetensi kru, pengendalian operasi, serta disiplin eksekusi untuk menjaga kegiatan pengeboran berjalan efektif sesuai parameter operasi yang ditetapkan.
Keandalan eksekusi juga ditopang penerapan disiplin HSSE sebagai fondasi operasi Elnusa.
Di tengah dinamika teknis, termasuk kondisi well control, tim Elnusa melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Hingga pelaksanaan operasi tersebut, Rig EMR-001 membukukan 75.600 safe man hours sejak tajak sumur.
Capaian itu memperkuat rekam jejak Elnusa dalam menjalankan pekerjaan berisiko tinggi secara aman dan terkendali.
Keberhasilan Semberah-206 turut memperkuat rekam jejak layanan drilling Elnusa sebagai salah satu kompetensi strategis di segmen Upstream Oil & Gas Services.
Kapabilitas tersebut dibangun melalui kombinasi aset yang andal, technical expertise, pengalaman operasi, teknologi, serta kemampuan mengintegrasikan berbagai layanan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks.
Kompetensi tersebut menjadi salah satu competitive advantage Elnusa dalam menangkap peluang dari aktivitas eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga optimalisasi produksi migas nasional.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan produktivitas dan competitiveness layanan drilling melalui penguatan teknologi, kompetensi SDM, serta optimalisasi aset. Fokus kami adalah memastikan setiap kapabilitas yang dimiliki Elnusa dapat menghasilkan customer value sekaligus sustainable business value, sehingga membuka ruang pertumbuhan bagi Perseroan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan optimalisasi aset hulu migas,” tambah Rustam.
Melalui penguatan operational excellence di seluruh lini bisnis, Elnusa terus mempertegas perannya sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi yang menghadirkan solusi dari eksplorasi hingga produksi.
Konsistensi tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat daya saing, memperluas peluang pertumbuhan, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi pelanggan serta pemegang saham.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung peningkatan produksi dan ketahanan energi nasional.(Ben)


















