Bank IBK Indonesia Gelar Edukasi Literasi Keuangan Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online

oleh

Caption; Bank IBK Indonesia memberikan edukasi literasi keuangan mengenai bahaya pinjol ilegal dan judi online kepada warga Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

JAKARTA, Fixsnews.co.id— PT Bank IBK Indonesia Tbk (Bank IBK Indonesia) menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertajuk “Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online” bagi warga Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan edukasi ini diinisiasi untuk menekan meningkatnya kasus kerugian materi hingga gangguan kesehatan mental di tengah masyarakat akibat jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal serta kecanduan judi online (judol).

Acara yang berlangsung secara tatap muka tersebut didominasi oleh peserta ibu rumah tangga. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi manajemen risiko keuangan dasar ke lingkungan keluarga dan komunitas sekitar.

Poin utama materi difokuskan agar masyarakat memiliki pemahaman dasar untuk membedakan antara inovasi manajemen keuangan yang aman dan instrumen keuangan berisiko tinggi.

Manajemen Bank IBK Indonesia menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memberantas praktik pinjol ilegal dan judi online di Indonesia.

“Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen kami, Bank IBK Indonesia hadir untuk memberikan panduan praktis agar masyarakat tidak terjebak dalam Pinjol dan Judol,” tulis manajemen Bank IBK Indonesia dalam keterangan resminya.

Sebagai langkah preventif dan represif, bank berkode saham AGRS ini menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) guna memastikan ekosistem keuangan masyarakat tetap aman dan sehat.

Sebagai informasi, Bank IBK Indonesia merupakan bank hasil penggabungan antara PT Bank Agris Tbk dan PT Bank Mitraniaga Tbk pada tahun 2019. Struktur pemegang sahamnya terdiri dari Industrial Bank of Korea (IBK Korea) sebesar 91,49 persen dan masyarakat sebesar 8,51 persen.(ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *