Kemenag Probolinggo dan RSUD Tongas Sepakati Pendampingan Spiritual Bagi Pasien

oleh

Caption; Kemenag Kabupaten Probolinggo dan RSUD Tongas menandatangani MoU pendampingan spiritual pasien rawat inap demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna.

PROBOLINGGO, Fixsnews.co.id – Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD Tongas resmi menjalin kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo untuk menyediakan layanan pendampingan spiritual bagi pasien rawat inap pada Senin (28/9/2026).

Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, bersama Direktur UOBK RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana, di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Kemitraan yang berlaku selama dua tahun (2026–2028) ini dirancang untuk melengkapi fasilitas medis melalui pendekatan psikospiritual bagi pasien maupun keluarga pendamping.

Cakupan layanan meliputi bimbingan keagamaan, pembacaan doa, dorongan motivasi, hingga penguatan mental. Untuk mendukung program ini, Kemenag Probolinggo menyiagakan penyuluh agama dan rohaniawan lintas unsur yang kompeten serta terintegrasi dengan standar rumah sakit.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur, menegaskan bahwa pemulihan kondisi pasien membutuhkan keseimbangan antara tindakan medis jasmani dan ketenangan batin. Kehadiran rohaniawan diharapkan dapat memicu ketenangan psikologis yang berdampak positif pada imunitas tubuh.

“Pelayanan kesehatan yang paripurna tidak hanya berfokus pada pengobatan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual pasien. Kehadiran rohaniawan di rumah sakit diharapkan mampu memberikan semangat dan ketenangan sehingga proses penyembuhan dapat berjalan lebih optimal,” tegas Samsur.

Senada dengan hal tersebut, Direktur UOBK RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana, menyambut positif kolaborasi ini dan berkomitmen memfasilitasi ruang bimbingan keagamaan agar pasien menjalani masa perawatan dengan lebih tenang dan optimis.

“Melalui kemitraan ini, rohaniawan dapat memberikan pendampingan spiritual kepada pasien dan keluarga selama menjalani proses pengobatan. Pendampingan ini memberikan ruang bagi pasien untuk memperoleh penguatan keagamaan dan motivasi selama perawatan,” kata dr. Catur.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata Pemkab Probolinggo dalam menghadirkan pelayanan publik yang humanis, holistik, serta berorientasi penuh pada kesejahteraan lahir dan batin masyarakat. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *