Caption: Elnusa Petrofin mendukung implementasi B50 nasional dengan melakukan penyaluran perdana Biosolar Industri dari Fuel Terminal IBT Pulau Laut sebagai bagian dari transisi energi Pertamina Group.
KOTABARU, Fixsnews.co.id – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, resmi mendukung implementasi program mandatori B50 nasional melalui penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, pada Rabu (2/7/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pertamina Group dalam mempercepat transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik melalui peningkatan pemanfaatan biofuel.
Penyaluran perdana tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel dengan solar sebesar 50 persen (B50).
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, mengatakan implementasi B50 menjadi langkah strategis dalam mendukung kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat penggunaan energi berbasis sumber daya dalam negeri.
“Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50,” ujar Doni.
Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keandalan operasional melalui penerapan Operational Excellence serta standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam seluruh proses distribusi energi.
Pada tahap operasional, penerimaan perdana Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dilakukan pada 1 Juli 2026 melalui kapal MT Ocean Link, yang kemudian dilanjutkan dengan penyaluran Biosolar Industri B50 kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan sektor industri.
Fuel Terminal IBT Pulau Laut yang dikelola Elnusa Petrofin menjadi salah satu titik strategis dalam rantai pasok energi nasional. Fasilitas ini dilengkapi teknologi Automatic Inline Blending (ILB) yang memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis dengan kapasitas 250 hingga 1.000 kiloliter per jam.
Teknologi tersebut memungkinkan proses blending B50 berlangsung lebih presisi, efisien, dan sesuai standar mutu pemerintah sebelum didistribusikan kepada pelanggan industri, khususnya sektor pertambangan.
Implementasi B50 juga menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam mempercepat transisi energi dan mendukung target dekarbonisasi nasional. Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, program ini turut memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit dalam negeri.
Elnusa Petrofin menegaskan akan terus memperkuat perannya dalam mendukung agenda energi berkelanjutan melalui pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, dan pengelolaan operasional yang adaptif terhadap kebutuhan energi masa depan. (Red)


















